Internasional

Banjir Bandang Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Gempa Diduga Picu Longsoran Gletser Es

Network — Kaltim Today 27 Agustus 2026 09:52
Banjir Bandang Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Gempa Diduga Picu Longsoran Gletser Es
Penyebab banjir bandang di Nepal-Tibet perlahan mulai terungkap (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Dugaan penyebab bencana banjir bandang dahsyat di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet yang menelan banyak korban jiwa perlahan mulai terungkap. Berdasarkan laporan awal, guncangan gempa bumi diduga kuat memicu longsoran salju dan batuan es gletser yang membendung badan sungai sebelum akhirnya jebol melontarkan gelombang air bah ke wilayah hilir. 

Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, memaparkan dugaan teknis tersebut di hadapan parlemen Nepal. Hingga kini, tim gabungan lintas instansi masih terus menyisir lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan para korban yang tertimbun maupun hanyut.

Bencana hidrometeorologi ini turut memukul sektor pariwisata pegunungan. Data awal dari perusahaan perjalanan dan asosiasi wisata mencatat sebanyak 384 wisatawan dinyatakan hilang dan belum diketahui keberadaannya.

Dari total korban hilang tersebut, 291 orang merupakan warga negara asing (WNA) dari sejumlah negara, seperti India, Amerika Serikat, Inggris Raya, dan Malaysia, sedangkan 93 orang lainnya merupakan turis domestik asal Nepal.

Pernah Dilanda Banjir Bandang

Kawasan perbatasan tersebut tercatat pernah mengalami bencana serupa sekitar setahun lalu. Saat itu, danau glasial di kawasan Tibet meluap dipicu kenaikan suhu ekstrem yang menewaskan sembilan orang dan memutus jembatan penghubung strategis Nepal-Tiongkok.

Spesialis Pengurangan Risiko Bencana di Pusat Internasional untuk Pembangunan Pegunungan Terpadu (ICIMOD), Saswata Sanyal, menyebutkan bahwa Sungai Lhende Khola telah mengalami dua kali luapan besar dalam rentang 14 bulan terakhir.

Menurut Sanyal, banjir bandang kali ini dipicu oleh runtuhan batu es dari gletser di sisi wilayah Nepal yang sempat menyumbat aliran sungai hingga melepaskan debit air secara tiba-tiba ke kawasan di bawahnya. Sanyal menekankan urgensi penyediaan sistem peringatan dini (early warning system) yang andal di kawasan lereng Himalaya.

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Bencana

Bentang Pegunungan Himalaya yang melintasi beberapa negara Asia Selatan kian rentan terhadap ancaman curah hujan ekstrem, tanah longsor, dan banjir bandang. Kawasan dataran tinggi ini mengalami laju pemanasan yang jauh lebih cepat dibanding wilayah lain di dunia akibat krisis iklim global.

Peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, gelombang panas, dan percepatan pencairan tutupan es gletser secara signifikan memperbesar kerentanan bencana hidrometeorologi di sepanjang lembah pegunungan.

Saat ini, Pemerintah Nepal bersama tim SAR internasional terus memusatkan upaya evakuasi serta berkoordinasi dengan kedutaan besar negara-negara terkait guna memastikan status dan keberadaan 384 wisatawan yang belum ditemukan.

[RWT] 



Berita Lainnya