Internasional

China Buka Jalur Khusus Tes DNA untuk Identifikasi WNA Korban Banjir Nepal-Tibet

Network — Kaltim Today 15 September 2026 10:21
China Buka Jalur Khusus Tes DNA untuk Identifikasi WNA Korban Banjir Nepal-Tibet
Banjir Nepal. (Istimewa)

Kaltimtoday.co - Pemerintah China menyiapkan mekanisme pengumpulan sampel DNA dan saluran bantuan telepon darurat guna membantu keluarga warga negara asing (WNA) yang hilang pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di kawasan perbatasan Nepal–Tibet (Wilayah Otonom Xizang).

Kementerian Luar Negeri China telah menyurati sejumlah kedutaan besar negara sahabat di Beijing mengenai pedoman teknis pengambilan sampel genetik dari keluarga korban guna mempercepat proses identifikasi jenazah yang ditemukan tim evakuasi. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa operasi pencarian di wilayah Tibet masih berlanjut. Begitu identitas jasad WNA terkonfirmasi lewat pencocokan DNA, pihak berwenang akan segera memfasilitasi proses repatriasi dan penyerahan jenazah bersama otoritas perwakilan diplomatik terkait.

Selain pemeriksaan forensik, pemerintah daerah Tibet menyediakan layanan hotline khusus bagi keluarga WNA yang mencari kepastian nasib sanak saudaranya di lokasi bencana.

Berdasarkan laporan terkini, bencana hidrometeorologi ekstrem tersebut memicu dampak parah di kedua sisi perbatasan:

  • Nepal: Otoritas Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional Nepal mengonfirmasi 1.385 orang meninggal dunia, 13.676 orang berhasil diselamatkan, serta 5.130 orang lainnya masih dalam status pencarian—termasuk 587 turis mancanegara. Pihak berwenang setempat terus memvalidasi data untuk memilah kemungkinan jenazah tanpa identitas atau penyintas yang belum terdata.
  • China (Tibet): Sedikitnya 43 orang dilaporkan meninggal dunia dan 519 lainnya belum ditemukan, di mana 261 orang di antaranya terkonfirmasi merupakan warga negara asing.

Otoritas berwenang kedua negara saat ini terus menyisir reruntuhan material longsor di sepanjang jalur batas pegunungan di tengah tantangan medan perbukitan yang terputus total. 

[RWT] 



Berita Lainnya