Daerah

Berdampingan dengan TPS, Taman Modern di Bung Tomo Samarinda Seberang Dapat Catatan dari Warga

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 17 Januari 2026 20:58
Berdampingan dengan TPS, Taman Modern di Bung Tomo Samarinda Seberang Dapat Catatan dari Warga
Potret Taman di Jalan Bung Tomo, Sungai Keledang, Samarinda Seberang yang dibangun berdampingan dengan TPS . (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Kawasan bawah Jembatan Sungai Keledang di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, kini memiliki wajah baru. Pemerintah telah resmi mentransformasikan sebagian kawasan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menjadi sebuah taman hijau berdesain modern minimalis.

Meski menawarkan visual yang segar, transformasi ini tidak menghapus keberadaan tempat sampah sepenuhnya. Fasilitas taman tersebut dibangun berdampingan dengan area TPS yang masih aktif, dengan jarak yang tidak sampai 50 meter. Kondisi ini memicu reaksi negatif dari warganet dan pengunjung karena aroma sampah yang menyengat sering kali mengganggu kenyamanan di area publik tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, taman ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti lampu penerangan dan kursi taman. Namun, letaknya yang terbuka membuat pengunjung enggan datang pada siang hari karena cuaca yang panas, sehingga keramaian biasanya baru terlihat sejak sore hingga waktu Magrib.

Salah satu pengunjung cilik, Yumna (8), mengaku sering menghabiskan waktu di taman tersebut untuk bermain bersama teman-temannya. Meski menyukai desain taman, ia tidak menampik adanya gangguan aroma dari tumpukan sampah di dekatnya.

"Aku sering ke sini hampir setiap hari, biasanya sore atau pagi kalau lagi libur sekolah. Suka sama tamannya bagus, tapi kalau main ke sini suka cium bau sampah. Makanya kalau kami mau main seringnya yang agak jauh dari tempat sampah," ujar Yumna saat ditemui di lokasi.

Hal senada diungkapkan oleh Linda (15), warga setempat yang juga berjualan minuman segar di sekitar taman. Menurutnya, konsep taman sudah teraplikasi cukup baik, namun keberadaan TPS di lokasi yang sama menjadi persoalan utama yang harus dibenahi.

"Kalau bagi aku sih sebenarnya bagus-bagus saja. Cuma, masalahnya itu soal sampahnya (lokasi TPS) saja sih menurutku. Kayak jadi mengganggu kalau orang cium aromanya," tutur Linda. 

Ia juga menambahkan bahwa banyak pembeli yang mempertanyakan konsep taman yang masih menyatu dengan tempat sampah. "Kadang kalau saya lagi jualan es di dekat sini, itu kadang ada pembeli nanya, 'ini taman bagus tapi kok ada TPS-nya?'"

Selain masalah aroma, Linda dan Yumna juga berharap pemerintah menambahkan wahana permainan agar taman tersebut lebih ramah anak. Wahana seperti perosotan, ayunan, hingga jungkat-jungkit, dianggap perlu untuk meningkatkan daya tarik taman.

“Aku maunya di taman ini ada wahana permainan kayak perosotan, ayunan, sama jungkat-jungkit. Kalau bisa kolam renang,” ucapnya diselingi tawa.

Sementara itu, Abdul, seorang warga Karang Asam yang baru pertama kali berkunjung, mengapresiasi desain arsitektur taman tersebut. Meski belum merasakan dampak aroma tak sedap secara langsung di titik ia berdiri, ia menilai lokasi parkir menjadi area yang paling terdampak.

"Untuk desainnya bagus sih. Kalau di jarak saya ini enggak tercium baunya. Tapi mungkin kalau di beberapa titik kayak parkiran yang dekat sekali sama TPS, mungkin kecium dan mengganggu," kata Abdul.

Hingga saat ini, taman bawah Jembatan yang ada di Jalan Bung Tomo Sungai Keledang tetap menjadi pilihan alternatif warga untuk bersantai, namun masalah sinkronisasi antara fungsi taman dan keberadaan TPS tetap menjadi catatan kritis dari masyarakat Samarinda bagi pihak terkait.

[RWT]



Berita Lainnya