Advertorial

Dinkes Kaltim Siapkan Vaksin DBD Asal Jepang untuk 5.000 Anak di Samarinda

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 18 Mei 2024 14:28
Dinkes Kaltim Siapkan Vaksin DBD Asal Jepang untuk 5.000 Anak di Samarinda
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan menyiapkan vaksin demam berdarah dengue (DBD), untuk 5.000 anak di Kota Samarinda. Vaksin tersebut merupakan produksi perusahaan asal Jepang bernama Takeda. 

Sebelumnya, program vaksinasi ini telah menyasar 9.800 anak di Balikpapan, untuk kekebalan tubuh anak usia dini. Nantinya, program ini akan berlanjut ke Kota Samarinda, khusus untuk anak berusia 8 - 12 tahun.

"Sebelumnya kan di Balikpapan, selanjutnya kami targetkan ribuan anak di Samarinda mendapatkan vaksin ini," kata Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin pada Sabtu (18/05/2024).

Dalam program ini, Dinkes Kaltim juga akan berkolaborasi dengan sejumlah pihak seperti Dinkes Kota Samarinda, dokter anak, Kimia Farma, hingga Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim.

Pihaknya akan menyiapkan lokasi untuk mensosialisasikan program vaksinasi DBD kepada keluarga dan orang tua, sebagai persetujuan bagi anak yang nantinya akan divaksinasi.

"Vaksinnya dari Takeda Jepang, dan sudah mendapatkan izin dari BPOM. Ini terbukti aman dan efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak," tuturnya.

Jaya menuturkan bahwa, sasaran vaksinasi DBD untuk tahapan awal di Kaltim dilakukan di dua kota rentan, yaitu Balikpapan dan Samarinda, karena kedua kota ini memiliki tingkat mobilitas penduduk yang tinggi dan kasus DBD juga cukup tinggi.

"Sementara dua kota ini dulu, dan tidak menutup kemungkinan akan bergeser ke kab/kota lain di Kaltim," pungkasnya.

Sebelum menjalani vaksinasi, ia menganjurkan para orangtua untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan kondisi kesehatan anak mereka.

Dinkes Kaltim juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD.

"Melalui upaya ini, kami berharap kasus DBD di Kaltim dapat dikendalikan dan angka kematian akibat DBD dapat ditekan hingga seminimal mungkin," ungkap Jaya.

[RWT | ADV DISKOMINFO KALTIM]

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp



Berita Lainnya