HeadlineKaltim

Dukung Pembangunan IKN, Tokoh Masyarakat Kaltim Minta Presiden Jokowi Perhatikan Kearifan Lokal

Kaltimtoday.co, Balikpapan – Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan adat Kaltim di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, Kaltim, Senin (31/12022).

Tokoh masyarakat Kaltim itu menyampaikan aspirasi dan secara langsung menyampaikan dukungan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim.

“Alhamdulillah baru saja selesai pertemuan dengan Presiden dengan tokoh adat masyarakat Kaltim dan tadi sama-sama kita dengarkan tokoh masyarakat adat Kaltim sangat antusias dan mendukung penuh pembangunan IKN,” ungkap Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Taufik Hanafi.

Baca juga:  2024, Semua ASN Pusat Pindah ke Kaltim

Selain itu, Taufik Hanafi menerangkan, presiden mendapat banyak masukan-masukan yang sangat berharga. Mulai pentingnya memperhatikan kearifan lokal, penguatan SDM, dan budaya.

Dukungan terhadap pembangunan IKN disampaikan Sultan Kutai Kartanegara, Muhammad Arifin. Pihaknya menyambut baik dibangunnya IKN di Kaltim.

“Kami atas nama Sultan Kutai Kartanegara mendukung penuh 100 persen diadakannya pembangunan IKN saat ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sultan Paser, Muhammad Jarnawi, yang menyebut Kesultanan Paser menyambut antusias pembangunan IKN. Ia juga mengaku sangat bangga bisa bertemu dan berdialog dengan Presiden Joko Widodo.

Baca juga:  Pemprov Kaltim Umumkan Pengawas Independen dan Jajaran Direksi Baru Perusda

“Kami sendiri dari Kesultanan Paser menyambut dengan antusias IKN dan kami memohon segera dibangun ibu kota negara baru ini. Karena kami yakin dengan perpindahan ibu kota baru mudah-mudahan membawa wajah baru dan martabat di dunia. Kami juga meminta dari Kesultanan Paser dibuat Istana Kesultanan Paser di dekat IKN ibu kota negara,” jelasnya.

Kepala Adat Dayak Kenya, Ajang Tedung, menerima dengan senang hati rencana pembangunan IKN. Di samping itu, ia juga meminta agar masyarakat adat dilibatkan dalam Badan Otorita maupun pembangunan fisik IKN tersebut.

“Pertama itu, dengan adanya IKN ini tolong di dalam Badan Otorita ada masyarakat adat bisa diakomodir. Yang kedua dalam pembangunan fisik ya masyarakat sebagai mitra kerja. Yang ketiga karifan lokal, tolong perhatikan kearifan lokal, adat istiadat, budaya,” kata Ajang.

Baca juga:  Menpora Puji Kaltim Sukses Gelar FORNAS, Hetifah: Kaltim Cocok Jadi Provinsi Olahraga Nasional

Dukungan juga datang dari Syarifuddin HR selaku Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar. Ia pun meminta agar masyarakat adat setempat lebih diperhatikan, terutama menyangkut kualitas sumber daya manusianya.

“Kami hanya minta tolong diperhatikan sumber daya manusia kami supaya tidak kalah dengan saudara-saudara kami pendatang dari luar nantinya, supaya saudara-saudara kami generasi kami nanti bisa bersaing karena penduduk Kalimantan adalah penduduk yang welcome, yang selalu bisa menghargai satu sama lain,” ujar Syarifuddin.

Baca juga:  Unmul Belum Putuskan untuk Gelar Kuliah Tatap Muka Juli Mendatang

Sementara itu, Wakil Ketua 2 Keluarga Kerukunan Sulawesi Selatan, Andi Singkeru, mengatakan bahwa sebagai masyarakat pendatang pihaknya sudah berbaur dan hidup berdampingan dengan masyarakat asli Kalimantan. Ia menyebut bahwa masyarakat apapun yang mengisi IKN nantinya adalah masyarakat Indonesia.

“Kami bersama keluarga, bersama anak cucu, kami berdampingan dengan suku-suku asli, kami berharap agar bisa menjadi wadah yang terbaik ke depan,” tandasnya.

[TOS]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co News Update”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker