Daerah
El Nino Berpotensi Sampai Oktober, Gubernur Rudy Mas'ud Instruksikan Bupati/Wali Kota Gerak Cepat Siaga Bencana Karhutla
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kalimantan Timur saat ini sedang siaga Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan, yang diprediksi akan panjang hingga Oktober 2026. Melalui surat edaran, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menginstruksikan Bupati/Wali Kota, meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana karhutla tersebut.
Rudy meminta setiap daerah melakukan koordinasi, pemantauan dan pengecekan lapangan terhadap potensi karhutla. Para bupati dan wali kota juga diingatkan untuk segera menyusun, memperbarui, dan melakukan simulasi rencana kontingensi dalam menghadapi ancaman bencana kekeringan dan/atau kebakaran hutan dan lahan.
"Setiap daerah harus memantau perkembangan ancaman melalui sistem peringatan dini kekeringan dari BMKG,” kata Rudy Mas’ud.
Tidak hanya itu, pemerintah kabupaten/kota juga diminta melaksanakan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) secara berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan air pada akhir musim hujan. Kemudian menjaga kapasitas danau, waduk, embung, kolam retensi, serta fasilitas penyimpanan air buatan lainnya.
"Edukasi kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih juga sangat penting, dan tidak lupa menerapkan budidaya pertanian yang hemat air," ucap Rudy.
Disamping itu, pengecekan dan penyiapan sarana serta prasarana pemadaman kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan secara cermat. Demikian pula koordinasi mekanisme kedaruratan dan penanggulangan bencana bersama para pemangku kepentingan di daerah.
"Menetapkan kebijakan daerah untuk melarang pembukaan lahan dengan cara membakar dan melakukan moratorium terhadap peraturan yang membolehkan pembukaan lahan dengan cara membakar,” tegas Gubernur.
Sebagai informasi, sebaran titik panas (hotspot) pada 11 Agustus 2026 berdasarkan data Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur terdiri atas 65 titik dari satelit Terra dan Aqua, 224 titik dari satelit NOAA, 191 titik dari satelit SNPP, dan 0 titik dari satelit Landsat 8.
Tahun ini, jumlah kejadian karhutla terus meningkat. Tercatat sejak Januari hingga 10 Agustus 2026 sebanyak 196 kejadian dengan luas area terdampak mencapai 388,8 hektare. Sebelumnya, pada 1 April 2026, Gubernur Rudy Mas’ud mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/K.76/2026 tentang Penetapan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026.
[RWT]
Related Posts
- Gandeng Industri di Kutai Barat, Trakindo Kenalkan Solusi Alat Berat Digital Lewat Trakindo Fest 2026
- Bank Indonesia Bawa 15 UMKM Unggulan Kaltim Tembus Panggung Nasional di KKI 2026
- Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Rute Singkawang hingga Pangkalan Bun Terdampak
- DPRD Samarinda Soroti Kesiapan Sistem Sebelum Parkir Berlangganan Diterapkan
- Polres Berau Tangkap Pelaku Pembakaran Lahan 12 Hektare di Pulau Derawan









