Politik

Gibran Cecar Cak Imin Soal SGIE, Ternyata Ini Artinya

Diah Putri — Kaltim Today 23 Desember 2023 08:13
Gibran Cecar Cak Imin Soal SGIE, Ternyata Ini Artinya
Gibran Cecar Cak Imin Soal SGIE. (Berita Satu)

Kaltimtoday.co - Pada debat cawapres Pemilu 2024 yang digelar kemarin malam pada Jumat (22/12/2023), cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin terlihat gagap ketika ditanya tentang SGIE oleh cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.

Pada pertanyaan tersebut, Gibran menanyakan cara untuk meningkatkan peringkat Indonesia dalam SGIE. Namun, Cak Imin mengakui bahwa dirinya tidak familiar dengan istilah SGIE

Moderator mencoba memberi kesempatan pada Cak Imin untuk menjawab, namun karena ketidaktahuannya, ia menawarkan untuk menghentikan waktu untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Gibran menjelaskan bahwa SGIE merujuk pada State of the Global Islamic Economy, yang berkaitan dengan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Ini mencakup aspek seperti makanan halal, skincare halal, dan elemen lainnya yang tengah menjadi fokus pengembangan ekonomi syariah.

Lantas, apa itu SGIE?

Mengenal SGIE

Reposrt SGIE 2022
Reposrt SGIE 2022. (Dinar Standard)

State of the Global Islamic Economy (SGIE) adalah laporan tahunan tentang ekonomi halal global yang disusun dan dipublikasikan oleh DinarStandard. Edisi ke-9 laporan ini telah dirilis, memberikan informasi terkini seputar perkembangan ekonomi Islam di seluruh dunia.

Dilansir dari laman resmi DinarStandard, perusahaan riset strategi pertumbuhan ini, mempublikasikan laporan SGIE sebagai inisiatif untuk memberdayakan organisasi dalam mencapai dampak global yang positif serta bertanggung jawab. Mereka mengkhususkan diri dalam inovasi pemerintah, ekonomi halal/etis global, dan dampak sosial.

Menurut SGIE edisi ke-9 yang dirilis pada 2022, estimasi pengeluaran umat Islam di dunia mencapai US$2 triliun pada 2021. Hal ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,9% dari tahun sebelumnya. 

Aset keuangan Islam juga mencapai US$3,6 triliun, dengan proyeksi pengeluaran mencapai US$2,8 triliun pada tahun 2025.

Laporan tersebut mengulas sektor makanan, farmasi, mode, dan sektor lainnya yang dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam. Malaysia tercatat sebagai pemimpin dalam laporan ini dengan investasi dalam sektor ekonomi Islam mencapai US$25,7 miliar pada periode 2020-2021.

Sementara itu, Indonesia menonjol dalam beberapa kategori, terutama peringkat 2 untuk makanan halal dan peringkat 3 dalam mode fesyen Islam. Indonesia juga menduduki peringkat ke-9 untuk kategori farmasi dan kosmetik halal. Secara keseluruhan, Indonesia menempati posisi ke-4 dalam SGIE 2022, menunjukkan kontribusi signifikan dalam ekonomi halal global.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya