Opini

Hadapi Virus dengan Imunisasi Iman

Oleh: Suhardi Dahlan (Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kaltim)

Berbagai media tengah memperbincangkan isu yang fenomenal, yaitu adanya wabah penyakit yang saat ini membuat panik dikalangan masyarakat dunia khusus rakyat Indonesia. Wabah penyakit tersebut telah merenggut ribuan nyawa, bukan hanya di satu negara bahkan sudah terbang melintas negara. Berbagai upaya dan usaha tengah dilakukan oleh pemerintah berbagai belahan bangsa dan negara untuk mengambil sikap dan kebijakan dalam proses peniadaan atau pencegahan, agar virus tersebut tidak menular atau ke tubuh manusia. Bukan soal kebijakan pemerintah untuk membatasi ruang gerak manusia agar tidak terkontaminasi virus tersebut, melainkan kesiapan tubuh manusia yang menjadi pondasi utama dalam menghadapi setiap penyakit termasuk virus Corona (Covid 19).

Tidak dipungkiri bahwa, segala penyakit itu tentu ada obatnya, hal ini termasuk keyakinan yang mendasar untuk mengebalkan tubuh. Kepanikan itu lumrah dan manusiawi, namun tahukah bahwa di antara kepanikan itu dapat merusak sistem imunitas tubuh? Sebab hal itu terjadi pada sesorang maka terjadinya kesimpangsiuran kinerja berbagai organ yang ada pada tubuh manusia. Penyakit yang terbesar adalah bukan virus yang saat ini ramai diperbincangkan manusia, namun penyakit yang mematikan adalah pikiran kita sendiri. Semakin mencuatnya pikiran yang negatif terhadap sesuatu maka implikasinya adalah lemahnya tubuh, sehingga memicu prasangka buruk pada diri. Suatu kejadian tentu ada hikmahnya, pikiran adalah kekuatan sekaligus obat dalam tubuh, namun juga dapat menjadi malapetaka bagi tubuh. Kita harus menyadari bahwa, tubuh yang tangguh ini ada pada genggaman Allah. Jika kekuatan iman walaupun sebiji sawi tentu dapat menolak semua unsur penyakit, sebab iman adalah serpihan kekuatan dengan keyakinan bahwa Allah selalu menggenggam tubuh ini dengan vaksinasi iman.

Manusia itu dalam genggaman oleh yang Maha Mematikan dan Maha Menghidupkan seseorang yang Dia kehendaki, begitupun juga penyakit. Kepada siapa ia berlabuh dan mencoba merenggut tubuh manusia sebagaimana virus mencoba mempengaruhi iman. Di situlah kekuatan iman yang menentukan bahwa siapa yang lebih kuat mendominasi dalam tubuh, apakah virus atau iman. Ini merupakan persoalan kekuasaan dalam tubuh, dan hanya Allah yang dapat menentukan. Kekuatan Iman dapat mengalahkan apapun bentuk godaan yang ingin merusak sistem organ tubuh, soal kepanikan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh disebabkan lemahnya iman seseorang dapat terkoneksi dengan mudahnya virus bertransmigrasi ke dalam tubuh manusia. Imunisasi Iman adalah obat ampuh dengan cara pencegahan yang efisien dan efektif. Iman itu dibangun bukan atas dasar materialis, melainkan dibangun dengan pondasi interaksi dengan sang Pencipta secara rutin.

Virus sebagai penyakit tidak dapat berkembang dengan sendirinya melainkan adanya pola bantuan agar berkembang, di antaranya melalui benda mati maupun manusia sendiri. Hal ini, mengajarkan kita bahwa di antara iman dan virus itu bersama-sama berkembang dengan asistensi manusia, namun yang membedakan iman adalah sebagai benteng pertahanan yang secara langsung dibendung oleh yang Maha Kuasa, tapi lain jika virus mampu dikalahkan dengan kekuatan iman. Oleh sebab itu, manusia tidak perlu merasa panik dan takut terhadap serangan penyakit sehingga meluluhlantakan hati kemudian rasa takut yang berlebihan dapat memungkinkan mendewakan virus melebihi rasa takut kepada Allah. Maka, perlu dihindari dengan metode membangun pondasi yang kokoh dalam kekuatan Iman untuk menjauhkan diri dari serangan penyakit yang dapat memberangus nyawa manusia.(*)

*) Opini penulis ini adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close