Nasional

Indonesia Pastikan Bebas Kurma Israel, Prioritaskan Impor dari Tunisia dan Mesir

Network — Kaltim Today 16 Maret 2024 12:54
Indonesia Pastikan Bebas Kurma Israel, Prioritaskan Impor dari Tunisia dan Mesir
Ilustrasi. (Freepik)

Kaltimtoday.co - Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa Indonesia tidak mengimpor kurma dari Israel sepanjang tahun 2024. Hal ini sejalan dengan boikot global terhadap produk Israel, termasuk di Indonesia, sebagai respons atas konflik Gaza.

"Tidak ada impor kurma dari Israel. Data BPS menunjukkan bahwa kurma yang kita impor sebagian besar berasal dari Tunisia, Mesir, Iran, dan Arab Saudi," kata Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers. 

Data BPS menunjukkan bahwa, Indonesia mengimpor kurma senilai US$ 17,18 juta pada Februari 2024, naik 25,77% dari US$ 13,66 juta pada Januari. Total impor kurma Indonesia mencapai US$ 30,84 juta dalam dua bulan pertama tahun 2024.

Tunisia dan Mesir menjadi pemasok utama kurma bagi Indonesia, dengan total impor mencapai 58% dari total impor kurma pada Januari-Februari. Impor kurma dari Tunisia senilai US$ 9,15 juta, sedangkan dari Mesir mencapai US$ 8,74 juta.

Impor kurma dari Iran dan Arab Saudi masing-masing senilai US$ 2,87 juta dan US$ 2,66 juta. Sisanya, senilai US$ 7,42 juta atau 24,07%, berasal dari negara-negara lain.

Meskipun Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan bahwa perdagangan antara kedua negara masih berlangsung. Pada tahun 2023, total perdagangan Israel-Indonesia mencapai US$ 187,7 juta, dengan US$ 20,2 juta di antaranya terjadi pada Januari 2024.

Namun, impor kurma dari Israel tidak tercatat dalam data BPS, menunjukkan komitmen Indonesia untuk memprioritaskan impor kurma dari negara-negara lain, terutama negara-negara Muslim.

[RWT]

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp 



Berita Lainnya