Samarinda

Jadwal Penerbangan Sering Terkendala, Bandara APT Pranoto Pasang Lampu Runaway

Kaltimtoday.co, Samarinda – Rekam jejak penerbangan maupun pendaratan di Bandara APT Pranoto Samarinda kerap terjadi kendala bagi para penumpangnya.

Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun, tercatat pesawat Lion Air JT 665 pada 7 Juni 2019 lalu, dengan rute Samarinda – Surabaya batal berangkat karena tidak adanya penerbangan malam akibat ketidaktersediaan lampu runway. Hal ini mengakibatkan pesawat harus menginap di apron APT Pranoto tujuan ke Surabaya, dengan total penumpang 212 orang.

Bandara APT Pranoto Samarinda diketahui mulai beroperasi sejak Mei 2018. Setelah lebih satu tahun resmi beroperasi. Rencananya, bandara ini akan memaksimalkan jadwal penerbangan mereka pada akhir tahun ini.

Baca juga:  Anggota DPRD Samarinda Periode 2019-2024 Dilantik, Siswadi Jabat Pimpinan Sementara

Pemasangan Lampu Runaway (AFL) telah disetujui melalui Dana Optimalisasi oleh Kementerian Perhubungan dengan besaran dana mencapai 12 Miliar untuk pengadaan AFL dan 2.48 Miliyar untuk pengadaan Flood Light.

“Untuk proses saat ini sudah mulai persiapan, karena sudah mendapatkan pemenang lelang untuk proyek tersebut, InsyaAllah bulan September sudah mulai pengerjaan,” ucap Dodi Dharma Cahyadi, Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda.

Dodi memastikan proyek tersebut akan selesai akhir 2019. Apabila tidak ada kendala di kemudian hari, kelengkapan AFL mulai dari lampu runway, lampu apron, lampu taxiway serta PAPI light di ujung runway 04, bakal terpasang sempurna selambat-lambatnya Desember 2019 mendatang.

Baca juga:  4 Sosok Layak Jadi Pemimpin Samarinda

Kelengkapan AFL, menjadi hal yang krusial bagi bandara yang kini mencatat kepadatan penumpang rata-rata 3.900 orang setiap harinya. AFL adalah alat bantu pendaratan visual untuk pesawat udara, jadi akan sangat membantu memberikan guidance bagi pesawat yang akan mendarat maupun berangkat, khususnya pada malam hari dan cuaca di bawah standar penerbangan dan juga akan memberikan dampak mengurangi atau meminimalisir pesawat yang divert yaitu istilah lain adalah melaksanakan pengalihan ke bandara lain yang terdekat.

Membantu pilot bukan saja saat datang malam hari dan cuaca buruk, tetapi juga bisa membantu saat pesawat udara akan berangkat di pagi hari dalam keadaan berkabut dan jarak pandang minimum.

[JRO | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close