Daerah

Kabut Asap Mulai Selimuti Kukar, 50 Titik Api Terdeteksi dari 140 Hotspot

Supri Yadha — Kaltim Today 31 Agustus 2026 18:31
Kabut Asap Mulai Selimuti Kukar, 50 Titik Api Terdeteksi dari 140 Hotspot
Kebakaran lahan di Kutai Kartanegara. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Kartanegara (Kukar) belum mereda. Di tengah musim kemarau, kepulan asap mulai dirasakan warga dan pemerintah daerah kini memperketat pemantauan di sejumlah kawasan yang masih memiliki titik api.

Hasil pemantauan menunjukkan sekitar 140 hotspot tersebar di beberapa wilayah. Setelah dilakukan pengecekan langsung, sekitar 50 titik di antaranya dipastikan merupakan titik api.

“Dari hasil pantauan kami ada sekitar 50 titik api. Titik-titik api yang besar juga ada, ini perlu perhatian khusus dalam penanganannya,” kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Senin (31/8/2026).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena cuaca kering dapat mempercepat penyebaran api. Titik kebakaran yang awalnya berada di area terbatas berpotensi melebar apabila tidak segera ditangani.

Pemkab Kukar kemudian menyiapkan pos terpadu di kawasan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pos tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi dalam merespons laporan maupun perkembangan kebakaran di lapangan.

Menurut Aulia, kondisi kemarau diperkirakan belum segera berakhir. Periode kering diproyeksikan berlangsung hingga Oktober, bahkan bisa bergeser sampai November 2026 apabila hujan belum kembali turun dengan intensitas yang cukup.

Karena itu, ia meminta penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama. Tanggung jawab tidak hanya berada pada BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan), tetapi membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan masyarakat.

“Penanganan Karhutla ini bukan hanya tugas BPBD atau Disdamkarmatan. Kita membutuhkan sinergi lintas sektor dan kesadaran masyarakat,” ungkapnya.

Dampak kebakaran kini mulai terasa dari sisi kualitas udara. Aulia berharap hujan segera turun sehingga kondisi di lapangan lebih mudah dikendalikan.

“Kami harap ada turun hujan, penanganan Karhutla pasti akan lebih ringan,” tambahnya.

Aulia juga mengingatkan warga agar tidak menggunakan api untuk membuka ataupun membersihkan lahan. Cara tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran yang lebih luas ketika lahan dalam kondisi kering dan angin bertiup kencang.

Di sisi lain, Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi menambahkan, kabut asap dalam beberapa hari terakhir mulai terasa lebih pekat di Tenggarong. Namun, berdasarkan pemantauan, sebaran asap tidak terbatas di kawasan tersebut.

“Memang tidak hanya Tenggarong. Kami juga memantau sebaran asap dari BMKG. Dalam tiga hari ini terlihat sebaran asap di sejumlah wilayah, tidak hanya di Tenggarong,” terangnya.

BPBD Kukar mengandalkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau arah pergerakan asap. Masyarakat diminta memperhatikan kondisi udara, terutama jika aktivitas di luar ruangan tidak mendesak.

“Kami mengimbau masyarakat Kukar yang beraktivitas di luar ruangan agar mengurangi aktivitas jika tidak terlalu diperlukan. Kalau memang harus beraktivitas di luar, gunakan masker untuk sementara,” ucapnya.

Menurut Aspianur, paparan asap akibat karhutla berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan radang tenggorokan.

Sementara itu, upaya pemadaman masih dilakukan di sejumlah titik dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri dan pemadam kebakaran. Beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain Sanga-Sanga, Muara Badak, Marangkayu dan Muara Jawa.

“Kami sudah beberapa hari ini masuk. Tim dukungan maupun Damkar sudah beroperasi di wilayah Muara Jawa, Muara Badak maupun Marangkayu. Nanti kita pantau, saya masih pantau lagi untuk wilayah hulu,” imbuhnya..

Koordinasi tersebut disebut mulai memberikan hasil. Sandi menyebut, jumlah hotspot di Kukar menunjukkan tren penurunan setelah penanganan dilakukan bersama lintas unsur.

Di tingkat provinsi, status penanganan karhutla juga telah dinaikkan menjadi siaga oleh Gubernur Kalimantan Timur.

“Yang jelas, kami mengimbau masyarakat Kukar yang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker, terutama anak-anak dan masyarakat yang mempunyai penyakit asma,” tandasnya.

[RWT]   



Berita Lainnya