Opini

Keluarga Saja Berencana, Mengapa Kebijakan Tidak Terencana?

Oleh: Sayid Ferhat Hasyim (Kader HMI, Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas 17 Agustus Samarinda)

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang menjadi intruksi dadakan oleh Gubernur Kalimantan Timur menurut saya pahami memiliki tujuan yang baik. Mengacu pada lonjakan angka positif Covid-19 di Kaltim. Bahkan pada Jumat (5/2/2021), kasus Covid-19 bertambah 798 kasus.

Data tersebut diperbarui oleh Dinas Kesehatan Kalimantan Timur pada pukul 15.00 WITA.

Baca juga:  Komisi IV DPRD Kaltim Gelar Audiensi dengan Penggiat Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Rusman Ya'qub: Instruksi Gubernur Perlu Direvisi

Namun, menurut saya langkah yang diambil terkesan dadakan. Masyarkat diberikan intruksi tanpa ada persiapan, melihat beberapa hari sebelumnya tidak ada sosialisasi yang disampaikan. Covid-19 tidak mengenal hari libur, ia beredar 7×24 jam. Jika PPKM diterapkan setiap weekend, maka akan ada lonjakan masyarakat yang membeli kebutuhannya setiap Kamis atau Jumat yang mana akan menimbulkan kerumunan setiap minggunya.

Faktanya terlihat ketika kebijakan yang dikeluarkan, dengan informasi yang masih minim tersosialisasikan. Masyarakat berbondong-bondong pergi untuk belanja, memborong stok makanan, bahkan terbukti menimbulkan kerumunan. Belum lagi banyak agenda-agenda yang sudah dipersiapkan jauh hari harus dibatalkan bahkan ada yang was-was karena harus tetap menjalankan, seperti pernikahan yang tendanya sudah siap, makanannya sudah sebagian dimasak. Bagaimana?

Juga perbedaan pada pekerja di hari Senin-Jumat mayoritas adalah pekerja kantoran maupun industri, sedangkan UMKM justru hidup pada Sabtu dan Minggu. Tentu kebijakan ini akan berperan besar pada merosotnya UMKM yang ada di Kalimantan Timur. 

Sebenarnya solusi terbaik akan lahir sesuai besarnya komitmen pemerintah dan masyarakat untuk menekan angka penularan Covid-19. Memberikan edukasi dan peran maksimal mulai tingkatan RT, RW, serta mengaktifkan puskesmas, posyandu dengan bantuan maksimal dan kesadaran pada Masyarakat Kalimantan Timur.

Jangan jadikan sosialisasi protokol kesehatan sekedar pencitraan. Seperti masuk ke dalam club malam, melakukan sosialisasi protokol kesehatan. Orang yang sadar saja masih banyak yang melanggar, lantas kita berharap orang setengah sadar menaatinya?

Bukan hanya virus, kesadaran dan semangat juga bisa menular. Itu yang harus ditularkan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur. Cukup hijaunya hutan di Kaltim yang berkurang, tetapi Zona Hijau di Kaltim wajib terus bertambah setiap harinya.(*)

*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close