Kaltim
Kronologi Kebakaran di Pabrik Smelter Nikel PT KFI yang Menewaskan 1 WNA Cina
Kaltimtoday.co - Kebakaran besar yang melanda Pabrik Smelter Nikel PT. KFI (Kalimantan Ferro Industry) pada Rabu (11/10/2023) sore menyita perhatian publik. Kebakaran ini mengakibatkan seorang pekerja asal Cina meninggal dunia.
Berikut adalah kronologi kejadian yang telah dirangkum:
17.30 WITA: Menurut sumber, terjadi insiden terbakarnya tempat persiapan bubuk batubara yang berlokasi di samping pabrik utama.
17.45 WITA: Saksi mata, Warno, melihat awal mula api yang berasal dari tungku pembakaran. Dalam waktu singkat, api tersebut membesar.
Sesaat Setelah 17.45 WITA: Karyawan PT. KFI yang menyaksikan api membesar segera menghubungi pemadam kebakaran Kecamatan Sangasanga. Adapun dugaan penyebab kebakaran berasal dari percikan api tungku pembakaran batu bara yang buntu, yang berakibat pada ledakan.
18.19 WITA: Api berhasil dikendalikan dan proses pendinginan dimulai oleh tim pemadam kebakaran.
18.30 WITA: Berkat kerja sama antara unit pemadam kebakaran dari Kecamatan Sangasanga, Koramil 0906-04/Ss, Polsek Sangasanga, dan bantuan dari PT. Equalindo dan PT. KFI, api sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Pasca Kebakaran: Diketahui ada dua TKA asal Cina jadi korban dalam insiden ini. Satu di antaranya, berusia 41 tahun, dinyatakan meninggal dunia. Sementara satu pekerja lainnya dalam kondisi kritis. Korban akibat kebakaran di smelter nikel PT KFI ini dievakuasi ke RS Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
Malam Hari: Pihak kepolisian memasang garis polisi di lokasi kejadian dan memulai proses investigasi.
Dalam keterangan resminya, M.Ardhi Soemargo, Owner Representative PT. KFI, menyatakan bahwa pabrik sedang dalam tahap uji coba mesin dan peralatan saat kejadian berlangsung. Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Dia berharap hasil investigasi nantinya dapat menemukan penyebab pasti dari tragedi tersebut agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.
"Ada dua korban TKA. 1 orang meninggal. 1 orang sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit," katanya.
[TOS]
Related Posts
- Keramba Warga Ditabrak Tongkang, Perusahaan Nyatakan Siap Bertanggung Jawab
- Rintis Ketahanan Pangan Lokal, Kakam Tabalar Muara di Berau Garap 420 Hektare Sawah dan Budidaya Ikan dan Udang
- Kementerian ESDM Sebut Gejolak Venezuela Tidak Ganggu Pasokan Minyak Indonesia
- UMK Bisa Dapat Sertifikat Halal Gratis 2026, Ini 15 Syarat yang Wajib Dipenuhi
- Inflasi Kaltim Desember 2025 Tembus 2,68 Persen, Harga Konsumen Terus Menguat








