Samarinda
Kuota PPDB Jalur Zonasi Terbatas, Sekolah Swasta Bisa Jadi Pilihan
Kaltimtoday.co, Samarinda - Sengkarut penerimaan peserta didik baru (PPDB) akibat sistem zonasi terus terjadi. Orangtua kerap protes akibat tidak diterima di sekolah pilihannya.
Namun, masalah ini ternyata tidak mudah untuk diselesaikan. Untuk membuka sekolah baru, SMP misalnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, tidak hanya sekadar membangun fasilitas sekolah, tapi juga memenuhi kebutuhan lain, misal guru. Dan itu biayanya tidak sedikit.
Untuk Samarinda, data Disdik Samarinda, saat ini jumlah guru dari sekolah yang ada di jenjang SMP dan SD masih tidak ideal. Masih kurang 1.000-an guru.
“Buat sekolah baru itu tidak mudah. Izinnya repot dan biayanya tidak murah, harus benar-benar dipersiapkan dengan matang. Jumlah guru juga terbatas,” ujar Kepala Disdik Samarinda, Asli Nuryadin.
Disampaikan Asli, sejak sistem zonasi diterapkan, Disdik Samarinda sudah berupaya mengatasi kekurangan daya tampung. Di beberapa kelurahan, Disdik Samarinda meresmikan SMP Terbuka.
SMP Terbuka ini salah satunya berada di Kelurahan Bukuan, Palaran. Sekolah ini dibuka untuk mengatasi terbatasnya kuota yang dimiliki SMP negeri dan tidak adanya sekolah swasta di kawasan tersebut.
“Kalau di kawasan perkotaan kami tidak menyediakan SMP Terbuka, karena bisa dialihkan ke sekolah negeri terdekat, dan juga bisa memilih ke sekolah swasta,” kata Asli.
Menurutnya, sekolah swasta bisa menjadi pilihan orangtua. Sebab, saat ini juga banyak sekolah swasta bagus dan menyamai kualitas negeri.
Soal biaya, sebut dia, bagi orangtua yang memiliki kemampuan ekonomi tentu tidak masalah. Apalagi jika itu menyangkut pendidikan anak. Banyak orangtua bisa membiayai kebutuhan tersebut.
“Tetap kami terus berupaya menyediakan kuota di sekolah negeri. Apalagi kalau orangtua tidak pilih-pilih,” tutupnya.
[TOS | ADV DISDIK SAMARINDA]
Related Posts
- Meski Anggaran Terbatas, Disnakertrans Kaltim Targetkan 20 Angkatan Peserta Pelatihan Kerja di 2026
- 1.804 Pedagang Tempati Lapak Pasar Pagi Tahap Pertama, Polemik Hak Pemegang SKTUB Belum Usai
- Terekam CCTV, Pelaku Curanmor di Sungai Pinang Ditangkap
- Polemik Lahan Pasar Bengkuring Memanas, BPKAD Samarinda: Status Aset Berdasar Penyerahan Perumnas
- Ibu Kandung Pembuang Bayi di Sungai Pinang Samarinda Resmi Jadi Tersangka









