banner

Advertorial

Manguati Banua Awali Rangkaian Hari Jadi ke-70 Kabupaten Berau

Rizal — Kaltim Today 14 September 2023 18:30
Manguati Banua Awali Rangkaian Hari Jadi ke-70 Kabupaten Berau
Foto bersama saat kegiatan Puncak Rasul rangkaian kegiatan Manguati Banua. (Rizal/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - Manguati Banua, sebuah upacara tradisional yang bertujuan untuk mengobati kampung dan memohon perlindungan kepada Allah dari marabahaya serta penyakit, menjadi langkah awal dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau yang ke-70 dan Hari Jadi Kota Tanjung Redeb yang ke-213.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena tradisi Manguati Banua ini masih tetap lestari hingga saat ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada Sultan Sambaliung, Sultan Gunung Tabur, pemangku adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para orang tua atas menjaganya. Tradisi ini menjadi cikal bakal dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau yang berisi kegiatan doa bersama untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari marabahaya.

''Dengan demikian, kami sangat berharap kegiatan ini dapat terus terlaksana setiap tahun secara semarak dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, bukan hanya di kecamatan Sambaliung dan empat kecamatan terdekat saja, tetapi juga kecamatan-kecamatan yang jauh supaya dapat merasakan kekhusuan dan juga kemeriahan hari ulang tahun kabupaten yang kita cintai ini,'' ucap Sri Juniarsih, Kamis (14/9/2023).

Dia mengatakan, Pemkab Berau memiliki perhatian besar terhadap upaya pelestarian budaya asli daerah Berau dan menyadari ajang budaya semacam ini bukan hanya bertujuan untuk mempertahankan adat istiadat saja. Tetapi juga menjadi salah satu daya tarik pariwisata yang otentik di Berau. 

Menurutnya, dengan meningkatnya pariwisata di Berau pasti juga akan menarik minat wisatawan nasional maupun internasional untuk datang melihat kebudayaan Berau. Tak bukan hanya itu, UMKM pun juga akan semakin baik di masa mendatang. 

"Artinya, tingkat kesejahteraan masyarakat di Berau juga akan bertambah. Itu harapan saya,'' harapnya.

Selain itu, Bupati Sri Juniarsih mendukung program pelestarian adat budaya bahari untuk menjaga kekhasan budaya Berau. Ia berharap bahwa momentum Hari Jadi Berau dapat digunakan sebagai kesempatan untuk merawat kebudayaan dan mewariskannya kepada generasi muda.

Bupati juga mendorong dinas terkait dan perangkat lainnya untuk terus melakukan pembinaan dan program-program inovatif dalam bidang kebudayaan serta menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat adat.

Selama perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau ini, Bupati berharap agar kampung budaya Berau terus dikembangkan, sehingga destinasi wisata di Berau tidak hanya terfokus pada wisata bahari dan alam, tetapi juga wisata budaya yang unik seperti Manguati Banua.

Berau memiliki sejarah yang kaya, berasal dari Kesultanan Berau yang dibentuk pada abad ke-14. Pemerintahan ini dimulai oleh Raja Baddit Dipattung dengan gelar Aji Raden Surya Nata Kesuma. Awalnya, pusat pemerintahan berada di Sungai Lati, yang kini merupakan lokasi pertambangan batu bara PT Berau Coal.

''Ini sebuah kesyukuran yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh kabupaten/kota yang lain, sehingga ini harus kita jaga dan lestarikan, yang tujuannya adalah bukan hanya melestarikan tetapi yang paling penting adalah untuk mengangkat ekonomi masyarakat Berau,'' tuturnya.

Sejarah Kesultanan Berau mencakup pengaruh dari berbagai kesultanan dan budaya, serta masa penjajahan Belanda yang memecah Kesultanan Berau menjadi dua, yaitu Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.

Peresmian Hari Jadi Kabupaten Berau pada tanggal 15 September tidak terlepas dari sejarah panjang ini. Kabupaten Berau, sebagai salah satu kabupaten penyangga Ibu Kota Negara, memiliki budaya bahari dan alam yang indah.

Kabupaten Berau adalah salah satu wilayah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan Ibu kota Tanjung Redeb. Kabupaten Berau terdiri dari daratan seluas 22.030,81 km⊃2; dan laut seluas 12.299,88 km⊃2; dengan banyak pulau kecil. Terdapat 13 Kecamatan, 10 Kelurahan, 96 Kampung/Desa.

Kabupaten Berau berasal dari Kesultanan Berau yang dibentuk sekitar abad ke-14. Raja pertamanya bernama Baddit Dipattung, dengan gelar Aji Raden Surya Nata Kesuma. Istrinya adalah Baddit Kurindan, dengan gelar Aji Permaisuri.

Awalnya, pusat pemerintahan berada di Sungai Lati (sekarang menjadi lokasi pertambangan Batu Bara PT. Berau Coal). Aji Raden Suryanata Kesuma memerintah dari tahun 1400 hingga 1432 dengan bijaksana, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menyatukan wilayah pemukiman masyarakat Berau yang disebut Banua.

Namanya diabadikan sebagai nama Korem 091 Aji Raden Surya Nata Kesuma. Setelah wafat, pemerintahan Kesultanan Berau dilanjutkan oleh putranya dan kemudian keturunannya sampai abad ke-17. Pada abad ke-18, Belanda masuk ke Berau dengan dalih perdagangan dan memecah belah Kerajaan Berau menjadi dua Kesultanan, diantaranya Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.

Saat itu, agama Islam juga masuk ke Berau melalui Imam Sambuayan dengan pusat penyebarannya di sekitar Sukan. Raja Alam, Sultan pertama Kesultanan Sambaliung, menentang Belanda dengan gigih dan namanya diabadikan menjadi Batalyon 613 Raja Alam di Kota Tarakan. 

Kesultanan Gunung Tabur dipimpin oleh Sultan Muhammad Zainal Abidin hingga Sultan Aji Raden Muhammad Ayub. Wilayah kesultanan ini kemudian menjadi bagian dari kabupaten Berau. Sultan Muhammad Amminuddin memerintah sebagai Kepala Daerah Istimewa Berau sebelum berubah menjadi kabupaten Dati II Berau berdasarkan Undang-undang tahun 1953. Tanjung Redeb menjadi Ibukota kabupaten Berau, dan Sultan Aji Raden Muhammad Ayub menjadi Bupati Kepala Daerah Tk. II Berau yang pertama.

Kota Tanjung Redeb ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Dati II kabupaten Berau untuk mengenang sejarah pemerintahan Kesultanan Berau, yang dimulai dengan pemindahan pusat pemerintahan ke Kampung Gayam pada tahun 1810.

[RWT | ADV PEMKAB BERAU]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya