Bontang

Meski Mulai dari Nol, Peserta Pelatihan Disnaker Bontang Ditarget Membuat 3 Model Tas

Kaltimtoday.co, Bontang – Selama 15 hari, peserta pelatihan pembuatan tas diberi waktu untuk berlatih. Tanpa kecuali, mereka yang mulai dari nol pun tetap harus bisa memproduksi minimal 3 model tas hingga hari pelatihan usai. Tujuannya tentu untuk mengembangkan kreativitas peserta pelatihan. Mengingat tas hasil produksi pelatihan tersebut akan ditetapkan sebagai hasil karya peserta.

Instruktur Pelatihan Pembuatan Tas yang juga Pendiri LPK Ayulia Nurhayati mengatakan semua peserta ditarget membuat 3 model tas selama 15 hari pelatihan. Itu berlaku bagi peserta yang sudah mahir menjahit maupun yang belum bisa menjahit. 

Baca juga:  Peringatan HKN di Tengah Covid-19, Dinkes Bontang Ajak Tepuk Tangan Bersama Secara Virtual

“Saya target 1 peserta minimal 3 model tas harus dikuasai, dan satu kelompok itu, modelnya tidak boleh sama,”terang Nurhayati yang karib disapa Ibu Ayulia saat dikunjungi di LPK Ayulia, beberapa waktu lalu.

Mengapa target itu diberikan, Nurhayati menyebut agar peserta yang membuat model tas baru, bisa mentransfer ilmu kepada peserta lainnya dengan model tas berbeda. Dengan perkelompok 4 orang, jadi satu kelompok bisa menghasilkan 12 model tas. 

“3 model tas itu minimal, maksimalnya 5, dan ada yang bisa bikin 5 tas,” ujarnya.

Baca juga:  Neni Harapkan Masa Depan Bontang pada Generasi Milenial

Kalaupun selama waktu 15 hari mereka bisa menyelesaikan 5 model tas, maka para peserta diminta untuk membuat fragmen atau cuplikan/petikan cara membuat tas. Hal itu untuk mengantisipasi agar ilmu membuat tas tidak dilupakan. 

“Jadi ilmunya saat pelatihan tidak dilupa. Fragmen itu mengulang ilmu yang telah dipelajari,” imbuhnya.

Hasil dari pelatihan pembuatan tas ini, lanjut Nurhayati akan di-launching dan ditetapkan sebagai produk lokal masyarakat Bontang. Karena sebelumnya LPK Ayulia sempat me-launching Boba Bags milik PKK Bontang Baru, maka yang pelatihan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang ini akan terdapat merek baru.

Baca juga:  Hasil Musrenbang Kecamatan di Bontang: Warga Minta Prioritaskan Penanganan Banjir

“Nanti launching lagi dengan nama baru,” sambung Nurhayati.

Erna (33), salah satu peserta pelatihan yang benar-benar berlatih menjahit dari awal mengatakan dirinya sebagai ibu rumah tangga mendapatkan ilmu baru setelah mengikuti pelatihan membuat tas. Instruktur yang melatihnya pun sangat sabar, sehingga ia mendapat ilmu dengan baik dan nyaman. 

“Saya dapat info pelatihan ini dari teman, awalnya sama sekali tidak bisa menjahit, dan sekarang sudah bisa, pelatihnya juga baik, ramah,” kata Erna.

Baca juga:  Rombel SMP Dikurangi 2 Orang, Disdik Sesuaikan dengan SPM

Erna mengaku mengikuti pelatihan agar memiliki keterampilan yang bisa bernilai ekonomis. Sehingga meskipun dirinya sebagai IRT, tetap bisa berdaya dengan keterampilan yang dimiliki usai mengikuti pelatihan.

“Alhamdulillah ikut pelatihan ini saya jadi dapat ilmu yang bisa dikembangkan lebih lanjut, semoga ilmu yang saya dapat bisa menambah pendapatan saya meski saya di rumah saja,” harap Erna.

Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi Kejuruan Menjahit Tas Sekolah di Ayulia Training Center Bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang digelar selama 15 hari mulai 23 Mei 2022 sampai 8 Juni 2022. Alokasi anggaran untuk pelatihan tas ini mencapai Rp 247.500.000 dari DPA Disnaker Bontang APBD Bontang Tahun Anggaran 2022.

[RIR | NON | ADV DISKOMINFO BONTANG]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker