Kaltim

Molor Lima Bulan, Jembatan Kembar Diprediksi Rampung Maret 2020

Kaltim Today
24 September 2019 16:20
Molor Lima Bulan, Jembatan Kembar Diprediksi Rampung Maret 2020
Jembatan Mahakam IV alias Jembatan Kembar.

Kaltimtoday.co, Samarinda - Sejak dibangun tujuh tahun lalu, Jembatan Mahkota IV atau jembatan kembar akan menjadi jawaban mengurai kemacatan di Kota Tepian. Maklum saja, kalau sudah memasuki sore hari, dari Jalan Slamet Riyadi menuju Jembatan Mahakam dipastikan selalu macet.

Maka kehadiran jembatan ini begitu dinanti. Namun sayang, nyatanya jembatan yang terakhir ditargetkan rampung pada Oktober ini, diperkirakan baru selesai pada Maret 2020 mendatang.

“Laporan terakhir yang saya terima, Maret 2020 baru bisa dioperasikan. Pengerjaan proyek itu juga bakal diadendum (amandemen kontrak),” ucap Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi belum lama ini.

Sebenarnya, tersendatnya pengerjaan jembatan itu pernah terjadi. Ketika itu target proyek rampung pada Desember 2018. Namun faktor cuaca dan suplai bahan baku menjadi kendala. Hingga akhirnya pembangunan pun molor pada Maret 2019.

Dinas Pekerjaan Umum, Tata, dan Perumahan Rakyat (DPUTRPR) Kaltim pun memberi garansi bisa dilewati pada Oktober tahun ini. Tapi pada akhirnya mundur, dan menjadi Maret 2020.

“Dampak pengerjaan dua tahun lalu terasa hingga sekarang. Punya efek berganda,” sebutnya.

Selain perubahan desain jembatan, lanjutnya, penyebab lain lambannya pengerjaan jalur beton penghubung Samarinda Seberang dengan Samarinda kota itu ialah pengadaan girder.

[irp posts="4960" name="Polling I: Siapa Pantas Memimpin Samarinda 2020?"]

Pengadaan alat ini tidak bisa sembarangan. Hal itu juga, yang membuat pembangunan jembatan kembali molor.

Mantan legislator DPR tersebut menerangkan, hingga saat ini dia masih menunggu hasil evaluasi Dinas PUTRPR Kaltim. Akan tetapi tak menutup kemungkinan sanksi itu diberikan kepada kontraktor pelaksana bila memang harus.

“Kami ikut prosedur yang ada saja. Kami enggak ada masalah dengan itu,” tuturnya.

Dia menambahkan, mengenai pengoperasian jembatan itu tak mudah sebab harus melalui serangkaian uji beban dan kelayakan oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) yang ada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Masa uji kelayakan selama tiga bulan. Dari situ ada tambahan waktu tiga bulan lagi untuk evaluasi. Makanya pada Maret 2020 baru bisa diketahui hasilnya,” tegasnya.

Sebagai informasi, proyek jembatan kembar itu terbagi ke beberapa bagian dan dalam prosesnya telah menelan duit ratusan miliaran rupiah. Misalnya saja, jalan pendekat Samarinda itu makan anggaran sebesar Rp225,84 miliar dengan panjang 502,4 meter.

Sementara bentang utama jembatan sepanjang 400 meter nilai proyeknya mencapai Rp180,64 miliar. Lalu jalan pendekat sisi Samarinda Seberang itu habiskan duit Rp226,87 miliar dengan skema kerja sama operasional, panjang jalurnya 386,65 meter.

Sekarang proyek ini dimulai kembali dan saat ini masuk tahap lelang. Adapun nilai anggaran yang ditetapkan ialah Rp16,54 miliar. Angka tersebut untuk bentang tengah jembatan sisi Samarinda kota, detail pengerjaannya ialah pengerjaan cor beton, pengaspalan dan pemasangan tiang sandaran pada jembatan yang digunakan sebagai pembatas.

[JRO | TOS]


Related Posts


Berita Lainnya