Advertorial

Pasar Sanggam Adji Dilayas: Dulu Pasar Tradisional Terbaik, Sekarang?

Rizal — Kaltim Today 20 September 2023 18:10
Pasar Sanggam Adji Dilayas: Dulu Pasar Tradisional Terbaik, Sekarang?
Penampakan Pasar SAD di Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Berau.

Kaltimtoday.co, Berau - Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) yang berada di Kelurahan Rinding kecamatan Teluk Bayur dibangun pada 2009 lalu dan pernah dinobatkan sebagai pasar tradisional terbaik di Indonesia, kini kondisi pasar tersebut justru membuat publik prihatin.

Jika dilihat keadaannya sekarang ini, apakah masih layak Pasar SAD ini disebut pasar tradisional terbaik?

Menanggapi persoalan tersebut, Wakil ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah mengaku sangat prihatin dengan keadaan pasar terbesar yang ada di Bumi Batiwakkal itu (sebutan kabupaten Berau) karena sudah tidak seperti dulu lagi.

"Saya lihat sekarang ini Pasar SAD sudah tidak tertata, serta insfrastrukturnya juga sudah tidak bagus lagi,'' ungkap Syarifatul, Rabu (20/9/2023).

Selain itu, Syarifatul juga sangat menyayangkan Pasar SAD yang beberapa kali mencatatkan prestasi di tingkat nasional, namun beberapa tahun terakhir tidak ada pencapaian yang diraih.

''Sayang sekali ya, beberapa kali pasar itu dapat prestasi. Tetapi sekarang sudah tidak lagi. Dulu kita mempertahankan penghargaan beberapa tahun berturut-turut, seharusnya kita lebih meningkatkannya lagi,'' ucapnya.

Oleh sebab itu, dirinya mendorong kepada pengelola Pasar SAD untuk lebih memperhatikan kondisi dan fasilitas yang butuh perbaikan atau belum terpenuhi. Agar, dapat memberi kenyamanan kepada pedagang maupun pembeli.

"Dengan kerja keras dan kerja sama yang baik dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pasti penghargaan yang pernah diraih dapat kita capai kembali,'' imbuhnya.

Kepala UPTD Pasar SAD, Syaidinoor mengatakan, kondisi Pasar SAD saat ini banyak mengalami kerusakan di beberapa bagian bangunan utama pada Pasar SAD. Dengan kondisi tersebut, pasar SAD sangat membutuhkan perawatan.

''Banyak yang rusak sekarang, harus ada perawatan dan renovasi secara besar-besaran,'' katanya Syaidinoor.

Dia mengatakan, pada bangunan pasar banyak ditemukan kerusakan. Selain itu, kondisi lantai juga ada yang rusak di sejumlah titik. Bahkan, di beberapa titik atap bangunan juga mengalami kebocoran.

''Mulai banyak yang bocor dimana-mana, salah satu penyebabnya juga karena termakan usia. Untuk itu harus ada renovasi besar-besaran,'' ujarnya.

Dengan kondisi pasar sekarang ini, banyak pedagang maupun pembeli yang mengeluhkan kondisi tersebut. 

''Mau pedagang maupun pembeli juga banyak yang mengeluhkan kondisi ini. Terutama para pedagang, karena banyak terkena dampak pada barang dagangannya,'' bebernya.

Saat ini, pihak UPTD pasar SAD sudah mengajukan perbaikan kepada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau.

''Sudah kita ajukan untuk renovasi Pasar SAD, dari perbaikan atap hingga pengecatan ulang bangunan. Semoga saja secepatnya bisa terealisasi,'' ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar SAD, Iwan mengeluhkan kondisi pasar SAD sekarang ini sangat kurang baik. Selain infrastruktur dan fasilitas yang belum memadai, pembeli juga mulai sepi. Karena menurutnya, terlalu banyak minat pembeli yang membeli kebutuhannya ke lapak-lapak atau penjual yang berada di luar pasar.

''Harusnya ini ada ketegasan dari pemerintah bagi mereka yang berjualan di luar pasar,'' ujarnya.

Dirinya berharap kepada Pemkab Berau untuk dapat lebih memperhatikan para pedagang di Pasar SAD dan berikan ketegasan atau aturan kepada penjual-penjual yang berada di luar agar bisa tertib.

''Harus ada surat izin kepada mereka untuk berdagang, kalau mereka tidak dikasih ketegasan sampai kapanpun pedagang di pasar tidak akan pernah merasa baik,'' pungkasnya.

[RWT | ADV DPRD BERAU]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya