Olahraga
Pebulu Tangkis Denmark Soroti Kondisi India Open 2026, Dinilai Kotor dan Tak Nyaman
Kaltimtoday.co - Turnamen bulu tangkis India Open 2026 yang digelar di Indira Gandhi Sports Complex menuai sorotan tajam dari para atlet dunia. Ajang berlevel BWF World Tour Super 750 tersebut mendapat kritik terkait kondisi venue yang dinilai tidak layak, meski Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menyatakan telah melakukan sejumlah langkah perbaikan.
Salah satu kritik paling keras datang dari tunggal putri Denmark, Mia Blichfeldt. Ia secara terbuka mengecam kondisi lapangan dan area pertandingan yang disebutnya jauh dari standar profesional.
Menurut Blichfeldt, situasi di dalam arena membuat para atlet kesulitan berkonsentrasi dan menambah tekanan mental selama turnamen berlangsung.
“Kondisi di sekitar kami benar-benar tidak dapat diterima. Kami datang untuk bertanding dan berprestasi, tetapi dalam situasi seperti ini, sangat sulit untuk fokus sepenuhnya pada kompetisi,” ujar Blichfeldt melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sabtu (17/1/2026).
Ia bahkan mempertanyakan kesiapan India sebagai tuan rumah kejuaraan besar apabila kondisi serupa masih terjadi. Blichfeldt menilai penyelenggaraan turnamen sekelas dunia seharusnya memenuhi standar kebersihan dan kenyamanan bagi atlet.
Dalam unggahan tersebut, Blichfeldt turut membagikan foto yang memperlihatkan adanya kotoran burung di lapangan pertandingan. Ia juga menyoroti kondisi ruangan di dalam venue yang terlihat kotor dan tidak tertata rapi.
“Dalam kondisi seperti ini, sangat sulit untuk tampil maksimal dan memberikan performa terbaik,” tulisnya.
Menanggapi kritik para atlet, BWF akhirnya memberikan klarifikasi. Federasi mengakui adanya tantangan besar terkait kualitas udara dan suhu di dalam arena selama pelaksanaan India Open 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 18 Januari.
BWF menyebut faktor cuaca musiman di New Delhi, seperti kabut asap serta suhu dingin ekstrem, menjadi penyebab utama menurunnya tingkat kenyamanan di dalam gedung.
“Kami menyadari adanya tantangan yang berkaitan dengan kondisi musiman, termasuk kualitas udara dan suhu di dalam venue,” demikian pernyataan resmi BWF yang dikutip dari Antara, Jumat (16/1/2026).
Meski demikian, BWF menilai penggunaan Indira Gandhi Sports Complex sebagai lokasi pertandingan merupakan peningkatan dibandingkan venue sebelumnya, KD Jadhav Stadium, dari sisi kapasitas dan infrastruktur. BWF juga mengapresiasi langkah cepat Asosiasi Bulu Tangkis India dalam menindaklanjuti keluhan awal terkait kebersihan dan sanitasi.
Sebagai penutup, BWF menegaskan bahwa seluruh masukan dari para atlet selama India Open 2026 akan menjadi bahan evaluasi penting. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan India sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus, dengan kondisi cuaca yang diperkirakan lebih bersahabat bagi para atlet.
[RWT]









