Bontang

Pemkot Bontang Bakal Bangun Replika Istana Kesultanan Kutai

Kaltim Today
11 Oktober 2021 20:03
Pemkot Bontang Bakal Bangun Replika Istana Kesultanan Kutai
Wali Kota Bontang memainkan sumpit saat menghadiri acara Adat Kutai Erau di Kampong Guntung Kota Bontang.

Kaltimtoday.co, Bontang - Replika Istana Kesultanan Kutai bakal dibangun di Kampung Adat Guntung, Kota Bontang.

Rencana pembangunan itu disampaikan langsung Wali Kota Bontang Basri Rase saat membuka acara Besawai dan Bepelas di Kampung Adat Guntung, Bontang Utara, Minggu (10/10/2021).

Basri Rase mengungkapkan, pembangunan replika itu saat ini masih dalam tahap rencana. Masih harus dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait.

Rencananya, pada November mendatang, para pemangku adat, masyarakat adat, termasuk Kesultanan Kutai, dan ahli sejarah akan diundang untuk membahas rencana tersebut. 

“Supaya tidak keliru saat membangun replika nanti. Jadi perlu dilibatkan ahli sejarah dan Kesultanan Kutai,” kata Basri Rase.

Wali Kota Bontang memainkan sumpit saat menghadiri acara Adat Kutai Erau di Kampong Guntung Kota Bontang.
Wali Kota Bontang memainkan sumpit saat menghadiri acara Adat Kutai Erau di Kampong Guntung Kota Bontang.

Soal biaya pembangunan, Basri Rase menegaskan, tidak perlu pusing. Ada banyak sumber pembiayaan yang bisa mendukung rencana pelestarian budaya tersebut. Misal, dengan membentuk Tim Tapak Tilas Sejarah Bontang dengan melibatkan gotong royong perusahaan di Bontang. 

"Yang penting niatnya dulu, soal pembiayaan nanti gotong royong," kata Basri Rase. 

 

Politikus PKB itu menyebutkan secara spesifik, Tim Tapak Tilas Sejarah Bontang itu akan terdiri dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk menginventarisasi nilai -nilai sejarah di Bontang. 

"Kami akan rumuskan bersama sejarah Bontang, biar tidak salah dan akan menjadi pengetahuan budaya untuk generasi selanjutnya," katanya. 

Dia menilai, Bontang kaya akan unsur kekayaan budaya, seperti adat Kutai. Dari sejarah itu, banyak ilmu-ilmu sosio-kultural yang bisa digali.

"Kami akan inventarisasi semua, baik itu dari Bontang Kuala, Guntung, Loktuan, Tanjung Laut dan yang lainya. Kami akomodir semua untuk dirumuskan," pungkasnya.

[TOS]



Berita Lainnya