HeadlineKaltim

Polisi Masih Pelajari Dugaan Investasi Bodong 212 Mart Samarinda, Dua Pelaku Melarikan Diri

Kaltimtoday.co, Samarinda – Reskrim Polresta Samarinda menyatakan masih sedang mempelajari laporan dugaan investasi bodong 212 Mart Samarinda.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena, mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mempelajari kasus tersebut. Untuk itu, dalam waktu dekat akan memanggil sejumlah pihak untuk melakukan klarifikasi.

Baca juga:  Telat 3 Bulan, Pemkab Kukar Janji Bayar Gaji Relawan Covid-19 Bulan Ini

“Kami klarifikasi para pihak karena ada yayasannya juga. Kami pelajari dulu,” tutur Kompol Andika Dharma Sena.

Andika memastikan, pihaknya akan mempelajari laporan dari investor 212 Mart Samarinda selaku pelapor yang merasa dirugikan atau ditipu oleh terlapor secara mendalam. Setelah itu, baru dilanjutkan ke penyelidikan.

Baca juga:  Wali Kota Pastikan Semua Guru Dapat Vaksin, Disdik Optimis Gelar PTM untuk Semua Sekolah

“Belum ada pemeriksaan, masih dipelajari, tidak bisa buru-buru,” ujarnya.

Seperti diketahui, modus penipuan berkedok Koperasi Syariah menghebohkan publik Samarinda. Ratusan investor mengaku merugi dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp 2 miliar.

Baca juga:  Pemerintah Bantah Terapkan Herd Immunity di Masa Pandemi Covid-19

Mereka yang tidak terima atas penipuan tersebut melaporkan para pengelola ke polisi untuk diproses secara hukum.

Kuasa hukum korban investasi bodong 212 Mart Samarinda I Kadek Indra KW menjelaskan, pelaku sebanyak 4 orang menggunakan modus penipuan berlabel koperasi syariah. Mereka menghimpun dana dari masyarakat dengan janji investasi yang menguntungkan.

Baca juga:  Barang Bekas yang Layak Pakai, Thrift Simpan Nilai Berharga hingga Sejarah

Tawarannya, sebut Kadek, cukup menggiurkan korban. Masing-masing cukup menyetorkan investasi, minimal Rp 500 ribu, hingga Rp 20 juta per orang.

Uang yang berhasil dihimpun itulah yang selanjutnya dikelola para pelaku untuk mendirikan usaha toko dengan nama 212 Mart di Samarinda.

Baca juga:  Dosen Beri Dukungan Moril, Mahasiswa yang Turun Aksi Diberi Dispensasi

Kadek menjelaskan, tahun pertama mereka berhasil mengumpul dana sekitar Rp 900 juta dan berhasil buka toko 212 Mart di Jalan AW Syahranie, Samarinda.

Tahun berikut, mereka membangun dua cabang lagi di Jalan Gerilya dan Bengkuring setelah berhasil mengumpulkan Rp 1 miliar lebih.

Awalnya, operasi tiga toko 212 Mart ini berjalan baik. Namun, masalah mulai muncul Oktober 2020.

Baca juga:  Mahasiswa Kembali Gelar Unjuk Rasa di DPRD Kaltim Tolak Omnibus Law Siang Ini

Gaji para karyawan menunggak dan tidak terbayarkan, supplier UMKM yang menitip barang di toko 212 Mart pun tidak dibayar tapi barang sudah terjual.

Masalah lain, tagihan wajib sewa ruko, listrik dan PDAM pun tidak dibayar alias menunggak hingga akhirnya tiga toko 212 Mart resmi tutup.

Sejak penutupan itu, kata Kadek, tidak ada laporan pertanggungjawaban keuangan dari para pengurus Koperasi Syariah.

Baca juga:  Pusat Studi Anti Korupsi FH Unmul Minta KPK Usut Dugaan Korupsi Kartu Prakerja

Kadek mengatakan sebagian pengurus malah mengundurkan diri tanpa tanggungjawab. HBN selaku bendahara koperasi, disebut Kadek, kabur ke luar Samarinda. Ponselnya tak dihubungi. Begitu pula dengan RJ, wakil ketua. Juga kabur.

Karena itu, para korban merasa ditipu, dan membawa kasus ini ke polisi.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close