Daerah

Posko Siaga Darurat BPBD Kaltim Dioptimalkan, Pantau Hotspot dan Percepat Penanganan Karhutla

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 07 September 2026 13:51
Posko Siaga Darurat BPBD Kaltim Dioptimalkan, Pantau Hotspot dan Percepat Penanganan Karhutla
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Kalimantan Timur saat ini naik status menjadi Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla. Untuk itu, BPBD Kaltim berupaya mengoptimalkan posko untuk memantau hotspot dan percepatan penanganan bencana di daerah.

Diketahui, Posko Siaga Darurat yang berada di kawasan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim, Jalan MT Haryono, Samarinda, menjadi pusat pemantauan, komando, dan koordinasi dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di sejumlah wilayah Kaltim.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan mengatakan bahwa, ancaman karhutla harus dideteksi secara dini. Melalui optimalisasi posko yang ada, pihaknya memastikan upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa berjalan cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran.

"Selain untuk koordinasi, Posko Siaga Darurat juga disiagakan untuk mengantisipasi dampak kekeringan serta meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat dampak asap bagi masyarakat," kata Buyung.

Menurutnya, keberadaan posko tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemantauan, tetapi juga menjadi ruang untuk memastikan setiap informasi mengenai potensi karhutla dapat segera ditindaklanjuti.
 
"Setiap informasi yang masuk akan kami verifikasi dan koordinasikan dengan unsur terkait untuk menentukan langkah penanganan di lapangan," tambahnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar.

"Kami engimbau seluruh lapisan masyarakat dan para pelaku usaha agar meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan potensi titik api kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin," tutupnya.

Sebagai informasi, melalui data terbaru dari BPBD Kaltim, sampai dengan September 2026, sudah ada 876 kejadian karhutla, dengan total luasan 4,098 Hektare.

[RWT] 



Berita Lainnya