Politik

Presiden Jokowi Bantah Isu Prabowo Tampar dan Cekik Wakil Menteri Pertanian

Suara Network — Kaltim Today 19 September 2023 13:27
Presiden Jokowi Bantah Isu Prabowo Tampar dan Cekik Wakil Menteri Pertanian
Presiden Jokowi membantah isu tentang Prabowo yang mencekik dan menampar seorang wakil menteri. (Foto: Setneg)

Kaltimtoday.co - Presiden Joko Widodo memberikan tanggapan atas isu kontroversial yang melibatkan Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang wakil menteri.

Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan bahwa dia yakin Prabowo tidak terlibat dalam tindakan tersebut. Pernyataan ini sekaligus membantah isu yang sebelumnya disebar oleh akun media Seaword. Jokowi menyatakan bahwa dia tidak yakin Prabowo melakukan tindakan yang disebutkan dalam isu tersebut.

"Setahu saya tidak ada peristiwa seperti itu. Masa nyekek," ujar Jokowi seperti dilaporkan oleh Terkini.id - jaringan Suara.com pada Selasa (19/9/2023), seperti yang dikutip dari Suara.com -- Jaringan Kaltim Today.

Menurut Jokowi, menjelang tahun politik, banyak isu yang muncul, terutama yang menyerang bakal calon presiden. Prabowo sendiri merupakan salah satu bakal calon presiden yang diusung oleh koalisi Gerindra.

"Memang tahun politik itu banyak berita-berita seperti itu, tolong dicrosceck," jelas Jokowi.

Sebelumnya, Direktur Seword Media Utama, Alifurrahman, menyampaikan isu bahwa Prabowo menampar dan mencekik seorang wakil menteri melalui kanal YouTube Seword TV. Alifurrahman mengklaim bahwa isu ini berasal dari grup WhatsApp dan mendengarnya langsung dari informan.

Unggahan tersebut kemudian menjadi isu yang tersebar luas di media sosial, meskipun tidak ada bukti konkret yang disajikan. Alifurrahman tidak secara langsung menyebut nama Prabowo, hanya menyebut pelaku sebagai seorang menteri yang merupakan bakal calon presiden. Namun, narasi yang berkembang mengarah pada Prabowo Subianto.

Alifurrahman menjelaskan bahwa penamparan terjadi karena menteri tersebut merasa kecewa dan kesal karena programnya yang tidak mendapatkan dukungan dari wakil menteri.

"Nah, saat rapat dia menunggu menteri tersebut. Rupanya si menteri ini tidak hadir, yang hadir hanya wakil menterinya," ungkapnya.

[TOS]



Berita Lainnya