DPRD SAMARINDA

Samarinda Terancam Batal Ikut Porprov Kaltim akibat Kendala Anggaran

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 22 Juli 2026 21:55
Samarinda Terancam Batal Ikut Porprov Kaltim akibat Kendala Anggaran
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie di Samarinda, Rabu (22/7/2026).

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Keikutsertaan Kota Samarinda pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII di Kabupaten Paser hingga kini masih menunggu kepastian. Pemerintah Kota Samarinda diketahui masih menghadapi kendala ketersediaan anggaran serta kejelasan teknis dari pihak penyelenggara.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyampaikan bahwa pembahasan bersama Disporapar dan KONI Samarinda difokuskan untuk memastikan kesiapan daerah. Namun, ia menyebut masih ada persoalan mendasar yang belum tuntas terkait kejelasan cabang olahraga dan lokasi pertandingan.

"Secara teknis kami masih menunggu kepastian dari provinsi mengenai cabang olahraga yang dipertandingkan, nomor pertandingan, hingga lokasi pelaksanaannya. Itu yang menjadi kendala utama saat ini," kata Novan.

Selain persoalan teknis, Novan mengungkapkan bahwa anggaran pelaksanaan Porprov belum dialokasikan dalam APBD murni Tahun 2026. Alokasi yang ada saat ini baru sekitar Rp150 juta untuk kebutuhan pendaftaran serta persiapan awal.

Sementara itu, usulan kebutuhan anggaran untuk memberangkatkan sekitar 1.700 atlet dan ofisial dari Samarinda diperkirakan mencapai Rp10,5 miliar. Novan menyebut skema pembiayaan tersebut hanya memungkinkan diakomodasi melalui APBD Perubahan.

"Anggaran pelaksanaan memang belum ada di APBD murni. Karena itu, pembiayaannya hanya memungkinkan melalui APBD Perubahan," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kesiapan kontingen belum dapat dipastikan karena bergantung pada penetapan cabang olahraga dan nomor pertandingan dari panitia provinsi. Perbedaan jumlah nomor pada tiap cabang olahraga nantinya akan memengaruhi total atlet yang diberangkatkan.

Ketersediaan sarana akomodasi di lokasi penyelenggaraan juga menjadi perhatian serius DPRD Samarinda. Berdasarkan laporan yang diterima, kapasitas penginapan di Kabupaten Paser diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 2.000 orang.

Kapasitas tersebut dinilai sangat terbatas mengingat total atlet dan ofisial dari 10 kabupaten/kota beserta tuan rumah diperkirakan mencapai 12 ribu orang. Masalah ketersediaan penginapan ini dinilai perlu segera dimatangkan agar seluruh kontingen dapat terakomodasi.

"Ketersediaan penginapan juga harus dipastikan. Ini perlu dimatangkan agar seluruh kontingen bisa terakomodasi dengan baik," jelas Novan.

DPRD bersama organisasi perangkat daerah berkomitmen mengupayakan ketersediaan anggaran melalui APBD Perubahan. Di saat yang sama, KONI Samarinda diminta segera berkoordinasi dengan KONI Kaltim untuk memperoleh kepastian mengenai cabang olahraga, nomor pertandingan, dan kebutuhan teknis lainnya.

Novan menegaskan bahwa besaran anggaran yang nantinya disetujui akan disesuaikan secara rasional dengan kemampuan fiskal Pemerintah Kota Samarinda.

"Usulannya sekitar Rp10,5 miliar, tetapi angka finalnya masih akan dibahas bersama BPKAD dan tim anggaran dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah," pungkas Novan.

[TOS]



Berita Lainnya