Internasional

Semakin Brutal, Militer Israel Hancurkan Kantor Berita Media Internasional

Kaltimtoday.co – Militer Israel terus melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza Palestina, Sabtu (15/5/2021). Serangan udara yang menyasar rumah salah seorang pemimpin senior Hamas itu menewaskan 10 orang termasuk di antaranya anak-anak.

Sebuah gedung tinggi tempat kantor media internasional, seperti The Associated Press, Al Jazzera, dan media lainnya juga dilaporkan hancur dihantam serangan udara Israel.

Baca juga:  Korban Tewas di Gaza Palestina Meningkat Jadi 145 Orang, Termasuk 41 Orang Anak-anak

Sementara itu, kelompok militan Hamas terus melanjutkan tembakan roketnya ke Israel. Mereka menyasar Tel Aviv, ibu kota Israel. Dalam serangan itu, dilaporkan seorang pria rewas terkena hantaman roket.

Laporan terakhir, dalam bentrok bersenjata 5 hari terakhir, sudah 145 warga Palestina tewas di Gaza – termasuk 41 anak-anak dan 23 wanita – dan 8 tewas di pihak Israel.

Baca juga:  Picu Kemarahan di Seluruh Dunia, Siapa Itu George Floyd?

Israel dalam pernyataan resminya bersumpah akan terus menghancurkan Hamas di Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, serangan akan terus dilanjutkan. Militer akan menyasar militan Hamas di mana pun mereka berada, termasuk di kantor berita yang dihancurkan.

Baca juga:  Galang Dana Bantu Palestina, Warga Samarinda Sudah Kumpulkan Rp 111 Juta Lebih

Atas tindakan brutal militer Israel tersebut, CEO AP Gary Pruitt mengaku sangat terkejut dan ngeri dengan tindakan yang menghancurkan menargetkan gedung tempat kantor berita AP dan organisasi berita lainnya di Gaza.

“Ini situasi yang berbahaya. Kami nyaris kehilangan yawa akibat serangan itu,” katanya.

AP berjanji akan mencari informasi dari pemerintah Israel dan pihak yang terlibat dari Departemen Luar Negeri AS untuk mempelajari serangan tersebut.

Baca juga:  Mengembalikan Palestina ke Peta Dunia

Sementara itu, Direktur Al Jazeera Media Network Mostefa Souag juga menyampaikan, serangan Israel tersebut merupakan kejahatan perang yang bertujuan untuk membungkan media dan menyembunyikan pembantaian dan penderitaan rakyat gaza yang sudah tak terhitung.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close