Samarinda
Siswa Jenuh, Disdik Samarinda: Belajar Daring Solusi Terbaik Selama Masih Pandemi Covid-19
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai metode selama pandemi Covid-19 kerap menjadi sorotan.
Pasalnya belajar dengan menatap layar monitor dianggap membuat jenuh dan melelahkan dibanding dengan pertemuan secara langsung. Wajar jika PJJ yang berlangsung selama pandemi Covid-19 dianggap tidak efektif.
Meski begitu, PJJ menjadi solusi agar siswa tetap mengikuti proses belajar di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.
Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda mengupayakan PJJ berlangsung secara maksimal. Evaluasi dan pengawasan pun terus dilakukan.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Samarinda Barlin Hady Kesuma mengatakan, pelaksanaan PJJ merupakan kebijakan terbaik yang dapat dilakukan saat ini.
"Pendampingan Belajar dari Rumah (BDR) menyesuaikan kondisi, waktu, dan prasarana orangtua. Tempatnya saja yang berbeda," kata Barlin.
Dia menambahkan, orangtua dan siswa tetap memperoleh modul serta buku pembelajaran. Digunakan untuk membantu siswa memahami materi yang disampaikan guru.
"80 persen orangtua masih khawatir pembelajaran tatap muka kembali digelar. BDR menjadi solusi, 77 SMP negeri dan swasta telah melaksanakan BDR sejak 2020," katanya.
Disdik Samarinda berupaya mengoptimalkan BDR dengan senantiasa menyerap aspirasi guru dan tenaga didik, orangtua, bahkan siswa.
"Sekolah telah menggunakan dana BOS untuk mempersiapkan normal baru. Itu strategi yang bisa kami upayakan hingga saat ini. Persiapan Sekolah Tanggap Covid-19 juga selalu kami prioritaskan agar siswa dapat kembali merasakan belajar secara langsung," pungkasnya.
[SNM | TOS | ADV DISDIK SAMARINDA]
Related Posts
- Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu, Polisi Periksa 8 Saksi
- Parkir Progresif Diterapkan di Pasar Pagi Samarinda, Dishub Kejar Rotasi Kendaraan dan Cegah Penumpukan
- Anggota DPRD Kaltim Adukan KSOP dan Pelindo Samarinda ke Ombudsman
- Dua Segmen Teras Samarinda Tahap II Molor, Dinas PUPR Terapkan Denda Harian
- Mengakui Tak Mampu Merawat, Ibu Kandung Tega Buang Bayi yang Baru Dilahirkan








