Kaltim
Syafruddin Sesalkan Proyek Masjid Pemprov Kaltim Molor

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pembangunan proyek masjid Pemprov Kaltim di Lapangan Kinibalu tak kunjung selesai. Sesuai kontrak, mestinya selesai akhir 2019.
Tapi, hingga Januari 2020, pengerjaan tidak kunjung selesai. Pemprov dan kontraktor pun mesti melakukan adendum kontrak.
Mengomentari proyek molor, Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin menyatakan, proyek masjid mestinya selesai Desember 2019. Namun karena molor dari waktu yang ditentukan, maka mesti dilakukan adendum kontrak.
Dijelaskan Syafruddin, dalam adendum yang disepakati, proyek harus selesai dalam kurun 50 hari. Artinya, proyek mesti selesai sekitar Februari.
"Pasti ada sanksinya," tegasnya.
Politikus PKB itu menyebut, menjadi ironi jika pembangunan masjid kembali molor. Tidak sesuai adendum yang sudah disepakati. Pasalnya, pemprov sangat getol menjalankan proyek tersebut di tengah banyaknya penolakan dari warga.
Seperti diketahui, meski banyak ditentang Gubernur Awang Faroek Ishak saat masih menjabat, bersikeras menjalankan proyek tersebut. Awang saat itu berdalih, Masjid Al Mu’min di kompleks Lamin Etam sudah tak cukup lagi menampung jamaah.
Akhirnya, Masjid Pemprov Kaltim dibangun. Dengan desain megah. Berlantai tiga dengan empat menara, yang bakal memuat 3.500 jamaah. Juga ada area parkir untuk 150 roda empat dan 400 unit roda dua.
Masjid pemprov ini pada 2018 sudah mendapatkan kucuran dana Rp 64 miliar untuk pembangunannya. Namun, hingga akhir 2018, progres fisik hanya 43 persen dan Rp 27 miliar terpakai. Sisanya, Rp 37 miliar diberikan lagi pada 2019 bersamaan dengan tambahan pekerjaan baru, sehingga total anggaran untuk masjid ini pada 2019 Rp 57 miliar.
[TOS | ADV]
Related Posts
- Bengkel Siaga Haka Auto Siap Layani Pelanggan Selama Libur Mudik Lebaran 2025
- KPK Undur Batas Akhir LHKPN 2024 hingga 11 April 2025 karena Libur Idulfitri
- Tiga “THR” dari Gubernur Kaltim untuk Masyarakat: Pemutihan Pajak, Tiket Wisata Gratis, dan Sewa Kios Nol Rupiah
- Dinilai Janggal, PUPR Rincikan Proyek Rehabilitasi Gedung DPRD Kaltim Senilai Rp55 Miliar
- Dari Rumah Sakit ke Panggung Politik: dr. Aulia dan Jejak Dokter Jadi Kepala Daerah di Kaltim