Daerah
Tekan Angka Kenakalan Remaja, BKKBN Kaltim Ingin Pembentukan Ekstrakurikuler PIK-R di Setiap Sekolah
Kaltimtoday.co, Samarinda - Demi mengendalikan kenakalan remaja di Samarinda, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim menginginkan terbentuknya ekstrakurikuler Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di setiap sekolah.
PIK-R merupakan program dari Generasi Berencana (GenRe). Melalui PIK R, dapat menjadi langkah awal bagi remaja untuk melakukan kegiatan yang positif.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Sunarto menyebut Samarinda merupakan salah satu daerah dengan tingkat kenakalan remaja tertinggi se-Kaltim.
"Samarinda angka kenakalan remaja itu tinggi terutama dalam penggunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA), kemudian nikah di bawah usia 21 tahun karena berhubungan badan di luar nikah tanpa pengaman," tuturnya.
Kenakalan remaja ini juga bisa memicu risiko perceraian semakin meningkat. Hal ini disebabkan hubungan rumah tangga yang belum cukup matang. Dari data yang didapat, ada sebanyak 1.883 kasus perceraian di Samarinda.
"Jadi risiko perceraian tinggi, bahwa 10 daerah di Kaltim angka perceraian tertinggi adalah Samarinda," ucapnya.
BKKBN menganggap persoalan remaja ini berharap dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota dengan mengeluarkan Surat Edaran atau Surat Keputusan yang ditujukan kepada sekolah.
"Kami mendorong agar Pemkot Samarinda itu menginisiasi bahwa kegiatan PIK-R yang tergabung dalam genre itu menjadi kegiatan ekstrakurikuler sekolah, ini belum terjadi, kita berharap pemkot menginisiasi itu," tegasnya.
[RWT]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Terekam CCTV, Pelaku Curanmor di Sungai Pinang Ditangkap
- Polemik Lahan Pasar Bengkuring Memanas, BPKAD Samarinda: Status Aset Berdasar Penyerahan Perumnas
- Ibu Kandung Pembuang Bayi di Sungai Pinang Samarinda Resmi Jadi Tersangka
- Surat Terbuka untuk Andi Harun: Membangun Peradaban Lewat Perpustakaan
- Soal Penataan Lapak Pasar Pagi, Pedagang Sarankan Berbasis Arus Pembeli dan Perputaran Uang









