Daerah
TRC PPA Kaltim Jamin Kehidupan Bocah 13 Tahun yang Tinggal di Hutan, Rina: Sudah di Pondok Pesantren

Kaltimtoday.co, Samarinda - Lebih dari satu minggu, seorang anak laki-laki berinisial BM (13), tinggal sendirian di sebuah tenda di tengah hutan. Tepatnya di perkebunan milik warga di kawasan, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara.
Diketahui, BM merupakan korban perceraian kedua orangtuanya, dan memilih untuk menjalani hidup sendiri. Kejadian ini menarik perhatian Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim.
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, menjelaskan bahwa orang tua BM sudah bercerai sejak lama, dan keduanya telah memiliki pasangan baru. Sebelum memutuskan tinggal di hutan, BM sempat tinggal di berbagai tempat yang berbeda.
"Anak itu pernah tinggal di emperan toko orang, masjid, rumah warga, RT, dan kemudian pergi ke hutan dan tinggal di sana, karena merasa tidak enak," bebernya pada Selasa (14/11/2023).
Rina menjelaskan, motif BM tidak ingin tinggal bersama orangtuanya, karena tidak ingin merepotkan. Sehingga, ia terpaksa tinggal di sebuah hutan dengan tenda berukuran 1,5 x 1,5 meter, dan hanya bermodalkan lilin untuk pencahayaan di malam hari.
Pihak TRC PPA Kaltim menyebut, sudah menemui anak tersebut, dan memediasi dirinya bersama orangtua kandungnya. Namun, BM tetap memilih untuk tinggal sendiri atas kemauannya.
"Bahkan disuruh balik ke keluarga kandungnya, dia tetap memilih untuk tinggal di tenda itu saja," ungkap Rina.
Saat ini, BM sudah mendapatkan perhatian khusus oleh pihak TRC PPA Kaltim, dan dibawa ke salah satu pondok pesantren di wilayah Samarinda Utara.
"Terlebih dulu kita menyelamatkan BM agar tidak tinggal di tenda. Di pondok pesantren kehidupannya terpenuhi, kami juga akan koordinasi dengan pihak UPTD PPA," tuturnya.
"Kami juga akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, untuk diikutkan paket sebagai penunjang pendidikannya," tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPTD PPA Kaltim, Kholid Budhaeri menyampaikan jika pihaknya akan memantau kelangsungan hidup BM saat ini. Nantinya, akan ada tim khusus yang memantau perkembangan BM.
"Saat ini kami akan kerjasama dengan Dinas Sosial di tingkat kota maupun provinsi. Kami gali lebih dalam, dan berkomunikasi dengan pihak orang tuanya," tandasnya.
[RWT]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Kurangi Kepadatan Hunian Rutan, 11 WBP Samarinda Bebas Bersyarat Jelang Hari Raya Idulfitri 2025
- Jelang Lebaran Harga Tiket Bus di Terminal Tipe A Samarinda Masih Stabil di Angka Rp 300 Ribu
- Jasa Tukar Uang di Pinggiran Kota Samarinda Menjamur, Raup Untung hingga Jutaan Rupiah
- Jelang Lebaran, Arus Mudik di Pelabuhan Samarinda Mulai Melonjak Naik
- Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Mobil dan Barang Berharga Senilai Rp100 Juta, Ancaman Hukuman 7 Tahun Penjara