Samarinda

Wali Kota Samarinda Diminta Bertindak Tegas Cegah Aktivitas Tambang Ilegal

Kaltimtoday.co, Samarinda – Anggota DPRD Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun mengatakan setelah dirinya dilantik menggantikan Arbain, posisi dirinya masih di Komisi II. 

Hal itu diungkapkan Afif, lantaran pasca pelantikan belum ada pembahasan lanjutan mengenai posisi dirinya dimana penempatan yang seharusnya ditetapkan oleh Fraksi Gerindra.

Baca juga:  Banyak Warga Isolasi Mandiri, DPRD Samarinda Minta Lurah Proaktif Lakukan Pendataan dan Salurkan Bansos

“Saya masih menunggu kepastian dari fraksi dulu, apakah saya tetap di Komisi II atau ke Komisi I sesuai disiplin ilmu di hukum,” ungkap Afif, di Gedung DPRD Samarinda, Senin (04/10/2021).

Jika dirinya ditetapkan menduduki di kursi Komisi I DPRD Samarinda, dikatakan Afif, sesuai mitra kerja di instansi pemerintah di bidang keuangan, ekonomi dan pendapatan asli daerah, maka dia sangat menyoroti PKL yang sedang berjualan di Polder Air Hitam.

“Kalau di Komisi II yang paling saya soroti itu PKL di Polder Air Hitam, jika dikembangkan dan diakomodir pasti pendapatan asli akan meningkat,” sebutnya.

Baca juga:  Tim Pansus DPRD Samarinda Gelar Rapat, Bahas Rekomendasi LKPj Wali Kota 2020

Pasca dilantik menjadi wakil rakyat, terhitung 5 hari kerja Afif di DPRD Samarinda, meskipun putra kandung seorang Wali Kota, dia tetap melayangkan kritik kepada pemkot. 

Politikus Gerindra tersebut menyebutkan, jika dirinya ditetap oleh fraksi menduduki di komisi I DPRD Samarinda, dia bakal menyoroti sejumlah tambang yang beroperasi di wilayah Samarinda yang kerap meresahkan warga sekitar hingga menimbulkan dampak yang sangat besar.

Baca juga:  Sampaikan Aspirasi Warga Soal Longsor di Teluk Bajau, Komisi III DPRD Samarinda Sambagi Wali Kota

“Maraknya tambang ilegal di Samarinda menjadi perhatian khusus bagi saya, itu paling saya soroti dan terpikirkan,” tegas Afif.

Namun, dia mengakui, paling prioritas adalah soal PKL yang berjualan di Polder Air Hitam perlu diakomodir oleh Pemkot Samarinda.

“Terlihat masih kumuh, sampah dimana-mana, kalau dibangun jadi wisata baru sangat bagus, PKL juga bisa diberi ruang untuk berjualan dengan fasilitas yang lebih lagi,” tutupnya.

[SDH | TOS | ADV DPRD SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close