Advertorial

871 Lulusan UINSI Samarinda Diwisuda, Diminta Terus Belajar Hadapi Perkembangan Teknologi

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 27 Agustus 2026 17:11
871 Lulusan UINSI Samarinda Diwisuda, Diminta Terus Belajar Hadapi Perkembangan Teknologi
Prosesi wisuda UINSI Samarinda. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Sebanyak 871 mahasiswa UINSI Samarinda secara resmi diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda, Kamis (27/08/2026). Momentum ini menjadi penanda lahirnya ratusan lulusan baru yang siap melangkah ke dunia kerja. 

Rektor UINSI Samarinda, Prof. Zurqoni mengatakan, kampus tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan tiga nilai utama, yakni keunggulan intelektual, profesionalisme, dan spiritualitas. 

"Kami menekankan pada tiga aspek, yang pertama adalah keunggulan intelektual, yang kedua profesional, dan yang paling utama adalah spiritual. Itu yang wajib dibekali mahasiswa ketika memasuki dunia kerja,” ujarnya. 

Menurutnya, UINSI juga menyiapkan lulusan melalui berbagai program seperti Mahad Al-Jami'ah dan pengembangan karir, yang berfungsi menjembatani mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja dan membangun karier setelah lulus.

"Mahasiswa kami memang dipersiapkan untuk dunia kerja pada nantinya," jelasnya.

Prof. Zurqoni berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga alumni harus mampu menguasai teknologi dengan baik.

Sementara itu, Laras Tiksna Lestari, lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris Bahasa Inggris, berhasil meraih IPK sempurna 4,00. Dalam prosesi wisuda, Laras juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik kedua sekaligus wisudawan termuda.

Laras mengatakan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kebiasaannya belajar bersama teman-teman serta aktif mengikuti proses pembelajaran di kelas. Ia mengaku banyak mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris melalui komunikasi dan diskusi dengan teman maupun dosen.

"Saya terbiasa belajar bersama teman-teman, khususnya dengan mahasiswa Tadris Bahasa Inggris. Di kelas saya juga aktif bertanya dan menjawab pertanyaan, sehingga proses belajar tidak hanya dari materi yang diberikan dosen,” ujar Laras.

Menurutnya, mahasiswa perlu terus belajar dan memperdalam bidang yang sedang ditempuh. Terlebih dalam mempelajari bahasa Inggris yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kebutuhan komunikasi.

“Walaupun mungkin kita sudah merasa pintar dan cerdas berbahasa Inggris, bahasa itu terus berubah. Jadi, kita harus tetap belajar, menggali informasi dan ilmu, bukan hanya fokus di dalam kelas, tetapi juga belajar dari lingkungan di luar,” katanya.

[RWT | ADV]  



Berita Lainnya