KukarSamarinda

Antisipasi Banjir Kiriman, DPRD Samarinda Usulkan Pemkot dan Pemkab Kukar Kerjasasama Bangun Kolan Retensi

Kaltimtoday.co, Samarinda – Akibat curah Hujan yang tinggi  membuat Waduk Benanga Lempake mengalami luapan yang cukup tinggi, hal tersebut diduga akibat kiriman air dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Mujianto menduga luapan air yang terjadi di Waduk Benanga, selain karena curah hujan yang tinggi, namun juga diduga adanya air kiriman dari Kabupaten Kukar.

Baca juga:  Disdikbud Kukar Akan Lakukan Pembinaan Seni Budaya Kutai dan Nusantara

“Samarinda ini dikelilingi Kukar, jadi banjir juga ada kiriman dari Kukar, misalkan di Tanah Datar dan sebagian dari Muara Badak” ungkap Mujianto, di Gedung DPRD Samarinda, Kamis (04/11/2021).

Untuk mengantisipasi banjir kiriman tersebut, Mujianto mengusulkan ke Pemkot Samarinda agar membangun kolam retensi untuk menghalau adanya kiriman air, sehingga air yang turun akan masuk ke dalam wadah tersebut.

Menurut, hal itu dianggap efektif dalam mengatasi permasalahan banjir kiriman dari wilayah hulu.

Baca juga:  Ubah Kebiasaan Masyarakat, DLH Samarinda Kerjasama dengan Camat dan Lurah Bongkar TPS

“Kami sepakat apabila di wilayah hulu dibuatkan kolam retensi, sebagai upaya mengurangi dampak dari kiriman air,” ucap Mujianto.

Dengan ini, Mujianto pun berharap ada kolaborasi antara Pemkot Samarinda bersama Pemkab Kukar terkait masalah banjir ini, menurutnya hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian ini kiriman dari Kukar.

“Luar biasa pekerjaan yang harus diselesaikan di Samarinda ini, untuk penanganan banjir,” tuturnya.

Baca juga:  Terapkan PTM, Kepala Disdik Samarinda: Tak Ada Paksaan, Murid Bisa Belajar Daring

Selain mengatasi banjir kiriman, Mujianto juga mengatakan bahwa, kolam retensi itu digunakan untuk menghalau debit air dari eks tambang yang diduga ilegal.

“Kami tetap mendukung program penanganan banjir itu, karena ini demi kepentingan masyarakat, khususnya warga Samarinda,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Politikus  Gerindra tersebut menyampaikan, program penanganan banjir yang akan dicanangkan ini membutuhkan anggaran yang besar, sehingga harapannya pembangunan nya tidak menggunakan APBD Samarinda.

Baca juga:  Manfaatkan Eksistensi Rempah, Yava Perkenalkan Bawang Tiwai dengan Penyajian Berbeda

“Sebenarnya pak Wali juga ingin program itu dilaksanakan dengan anggaran yang bukan dari APBD Samarinda, melainkan meliputi dari dana bantuan provinsi maupun pemerintah pusat,” kata Mujianto

Selaku Wakil Rakyat, Mujianto berharap pada 2022 mendatang pembangunan dalam rangka penanganan banjir di Samarinda bisa terealisasikan, sehingga masyarakat bisa merasakan hujan tanpa menimbulkan banjir.

“Harapannya satu tahun bahkan dua tahun nanti, program kerja pak Wali bisa terealisasikan 50 persen,” pungkasnya

Baca juga:  Sambangi Kantor DPC PKB, Masyarakat Tuntut Salah Satu Anggota DPRD di PAW

Program Kerja Wali Kota tentang Penanganan Banjir tentu tidak akan mudah apabila tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakatnya untuk menjaga lingkungan, Mujianto berharap Rukun Tetangga (RT) dan Lurah dapat berperan aktif dalam penanganan banjir, mulai dengan bergotong royong melaksanakan bersama warga.

“Manfaatnya bisa bersilaturahmi, menjaga lingkungan, keamanan serta meningkatkan jiwa sadar lingkungan dan sosial,” tutupnya.

[SDH | NON | ADV DPRD SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker