Headline
Banyak Sebabkan Kematian, Dokter di AS Minta Rokok Elektrik Dilarang
Kaltimtoday.co - Seorang pasien yang belum lama menggunakan rokok elektrik atau vape, meninggal karena penyakit paru-paru parah di Amerika Serikat. Keterangan dokter setempat, penyakit paur-paru itu disebabkan penggunaan rokok elektrik alias vape.
"Kami mendapat laporan tentang kematian seorang dewasa yang masuk ke rumah sakit karena penyakit paru-paru, tidak lama setelah dia mulai menggunakan rokok elektrik," kata Jennifer Leyden, pejabat kesehatan di negara bagian Illinois seperti dilansir dari voaindonesia.com.
Sampai Jumat (24/8/2019), tercatat ada 193 orang di 22 negara bagian Amerika Serikat yang menderita gangguan paru-paru parah terkait penggunaan rokok elektrik sejak akhir Juni menurut data Centers for Diseases dan Prevention Amerika Serikat.
San Fransisco Jadi Kota AS Pertama yang Larang Penjualan Rokok Elektrik
Penyebab kematian yang dilaporkan itu belum bisa dipastikan, tapi ke-193 pasien mengaku telah menggunakan rokok elektrik untuk menghirup nikotin atau ganja.
"Tingkat intensitas penyakit mereka mencemaskan. Amerika Serikat harus mengumumkan bahwa menggunakan rokok elektrik (mengisap vape) berbahaya bagi kesehatan,” kata Direktur Departemen Kesehatan Illinois, dr Ngozi Ezike.
[TOS | VOA]
Related Posts
- Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keras Pernyataan Anggota DPR Andi Yuliani Paris Soal Rokok Murah Bagi Warga Miskin
- Catat! Ini Jadwal Lengkap 104 Pertandingan Piala Dunia 2026 Zona WITA dari Fase Grup hingga Final
- FIFA's Infantino defends World Cup ticket prices, says fans 'should chill' about ref denied US entry
- Somali soccer referee denied entry to US for World Cup is welcomed home as a hero
- Jemaah Haji Meninggal Capai 240 Orang, Pemerintah Pergetat Evaluasi Layanan Kesehatan









