Internasional
Beijing Catat Rekor Hujan Lebat dalam 140 Tahun Terakhir, 11 Orang Tewas dalam Banjir Bandang
Kaltimtoday.co - Ibu kota China, Beijing, baru saja mencatat rekor hujan lebat dalam 140 tahun terakhir setelah mengalami hujan deras selama beberapa hari berturut-turut. Badan Meteorologi Beijing melaporkan bahwa, jumlah maksimum air hujan yang tercatat selama badai mencapai 744,8 milimeter, terjadi di Waduk Wangjiayuan di wilayah Changping. Laporan ini diberitakan oleh AFP pada Rabu (2/8/23).
Banjir bandang akibat intensitas hujan tinggi telah melanda Beijing dan sekitarnya sejak Sabtu (30/7/23) lalu. Intensitas hujan bahkan setara dengan rata-rata total hujan selama bulan Juli di wilayah tersebut.
Dampak dari banjir ini sangat mengerikan. Setidaknya 11 orang dilaporkan tewas, termasuk dua orang petugas yang kehilangan nyawa selama operasi penyelamatan. Sebelumnya, 27 orang juga dilaporkan hilang dan upaya pencarian masih terus berlanjut untuk menemukan mereka.
Provinsi lain, Hebei, juga dilanda banjir yang menyebabkan sembilan orang tewas, enam orang masih hilang, dan lebih dari 800 ribu orang harus dievakuasi dari wilayah tersebut.
Selain itu, Provinsi Liaoning juga mencatat dua korban meninggal akibat bencana cuaca ekstrem ini.
Menyikapi situasi darurat ini, Presiden China, Xi Jinping, telah memerintahkan agar segala upaya diupayakan untuk menyelamatkan mereka yang tersesat atau terjebak akibat hujan lebat dan banjir bandang ini.
China saat ini tengah menghadapi cuaca ekstrem dengan rekor suhu tinggi selama musim panas. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan warga negara.
[RWT]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- New attacks raise questions about what comes next in the Iran war
- Iran's top officials attend prayer for the late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei in Tehran
- China Gandeng Asia Tengah Bangun Konstelasi Satelit AI Pantau Bencana Alam
- China's Inner Mongolia bets on solar and wind but coal stays close
- Trump and Pakistan say Iran deal could be signed Sunday but Tehran signals more time is needed









