Daerah

Akses Muara Muntai-Muara Wis Putus Akibat Longsor, Jalur Alternatif Dikebut

Supri Yadha — Kaltim Today 25 Agustus 2026 17:46
Akses Muara Muntai-Muara Wis Putus Akibat Longsor, Jalur Alternatif Dikebut
Petugas mengerahkan alat berat membuat jalan alternatif di Desa Kayu Batu, Selasa (25/8/2026).

TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Akses darat yang menghubungkan Kecamatan Muara Muntai dan Muara Wis di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terputus akibat tanah longsor di Desa Kayu Batu pada Selasa (25/8/2026).

Pemerintah Kecamatan Muara Muntai bersama pihak swasta bergerak cepat mengebut pembukaan jalur alternatif agar mobilitas warga dapat segera kembali berjalan normal.

Camat Muara Muntai, Mulyadi, mengonfirmasi bahwa pengerjaan di lapangan sudah mulai dilakukan dengan pengerahan sejumlah alat berat. Pembukaan jalur baru tersebut ditargetkan dapat digunakan paling lambat pada Selasa malam.

“Ya, jadi informasi itu saat ini untuk jalan alternatif sedang diupayakan untuk bisa dilewati. Alhamdulillah teman-teman di lapangan sudah bekerja semua,” ujar Mulyadi saat dihubungi, Selasa (25/8/2026).

Mulyadi menjelaskan, jalur alternatif tersebut dibuat memanfaatkan area bagian dalam dari ruas jalan yang terdampak longsor. Area tersebut diperlebar dan diperkuat menggunakan material batu koral.

“Bikin jalan baru, jadi menggunakan tanah yang ada di sekitar itu, tanah itu dibesarin,” kata Mulyadi.

Proses percepatan pekerjaan ini melibatkan alat berat berupa ekskavator dan armada truk angkut material. Dukungan alat berat serta pasokan koral didapatkan dari perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Muara Muntai dan Muara Wis.

Selama proses pengerjaan penanganan jalur darat berlangsung, aktivitas transportasi masyarakat belum dapat berjalan secara optimal. Warga yang memiliki urusan mendesak disarankan memanfaatkan moda transportasi penyeberangan feri sebagai alternatif sementara.

Menurut Mulyadi, opsi penyeberangan feri tersedia di kawasan Kuyung, Kecamatan Muara Wis. Namun, jalur ini memerlukan jarak tempuh yang cukup jauh sehingga sifatnya hanya menjadi pilihan situasional bagi warga.

“Iya, sementara ini masih menunggu jalan itu diselesaikan. Tapi ada juga yang mau cepat, biasanya mereka lewat feri, kalau mau cepat,” jelasnya.

Pemerintah kecamatan optimistis lintasan darurat tersebut dapat segera digunakan oleh masyarakat sekitar dalam waktu singkat.

“Dan insyaallah mudah-mudahan jalan itu bisa dilewati, setidaknya sore ini atau malam nanti bisa dilewati,” tutur Mulyadi.

Mengenai potensi longsor susulan atau perluasan area terdampak, Mulyadi menyatakan belum bisa memberikan kepastian karena membutuhkan kajian teknis dari pihak berwenang. Pihaknya berharap struktur tanah di lokasi tidak semakin memburuk agar proses penanganan berjalan lancar.

Saat ini, penanganan berfokus penuh pada pembuatan jalan baru di sisi dalam ruas terdampak yang dilapisi koral, tanpa melakukan pembangunan tanggul di titik longsor.

“Jalan di sebelah jalan yang ada itu dibatuhin, dikoralin, sehingga nanti bisa dilewati oleh masyarakat yang ada di sekitar,” pungkas Mulyadi.

[TOS]



Berita Lainnya