Kutim
Diduga Tercemar Limbah Kelapa Sawit, Ratusan Ikan Mati Mendadak di Sungai Benderang Bengalon

Kaltimtoday.co, Sangatta - Diduga tercemar limbah perusahaan kepala sawit, ratusan ikan mati mendadak di aliran Sungai Benderang, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon.
Ikan-ikan yang diduga mati karena limbah kelapa sawit tersebut terlihat mengampung di sepanjang aliran sungai.
“Sebenarnya ini sudah berlangsung dari Kamis (28/7/2022) kemarin, dan saat ini ikan yang mati cukup banyak,” sebut Anggota DPRD Kutim, Masdari Kidang yang mendapatkan informasi langsung dari Ketua RT 01.
Lanjut Masdari Kidang, selain ikan mati mendadak, air sungai juga telah berubah yang selama ini jernih menjadi hitam, berminyak, dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
“Untuk sementara, kita telah minta agar warga tidak menggunakan air sungai tersebut untuk kebutuhan hari-hari,” jelas Kidang saat dikonfirmasi, Sabtu (30/7/2022).
Politisi Berkarya ini pun berharap, Dinas Lingkungan Hidup (LH) segera turun ke lapangan mengecek kondisi air sungai. Apalagi air sungai di Bengalon juga dikonsumsi oleh warga.
“Kami minta solusi dari pemerintah dalam hal ini Lingkungan Hidup untuk memastikan air sungai ini tidak berbahaya. Karena warga Bengalon khususnya Desa Tepian Langsat tidak bisa menggunakan air sungai untuk mandi, cuci dan konsumsi jika kondisinya seperti itu,” tandasnya.
[EI | RWT]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Kematian Ribuan Ikan di Bontang Diduga akibat Limbah, Winardi Desak Tindakan Serius
- Ribuan Ikan Diduga Mati akibat Paparan Limbah, Pemkot Bontang Minta DLH Kaltim Segera Periksa dan Uji Lab
- Ribuan Ikan di Perairan Bontang Lestari Mati Diduga Terpapar Limbah Perusahaan, Nelayan Desak Pemerintah Ambil Sikap
- Indonesia Siap Hadapi Potensi Banding Uni Eropa atas Kasus Diskriminasi Sawit
- UPTD Meteorologi Berau Butuh Tambahan SDM Kompeten untuk Tera Timbangan Kelapa Sawit