Daerah

Disdik Samarinda Siapkan Pembangunan Sekolah Terpadu untuk Atasi Banjir di Kawasan Suryanata

Kaltim Today
10 November 2025 20:11
Disdik Samarinda Siapkan Pembangunan Sekolah Terpadu untuk Atasi Banjir di Kawasan Suryanata
Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Asli Nuryadin. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemkot Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah menyiapkan rencana pembangunan sekolah terpadu antara SMPN 24 dan SDN 013 Samarinda. Langkah ini menjadi salah satu opsi strategis untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Jalan Pangeran Suryanata.

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, menjelaskan bahwa rencana pembangunan tersebut masih dalam tahap pembahasan internal dan akan segera dipaparkan kepada Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

“Ini belum final, kemungkinan besok akan dipaparkan ke Pak Wali,” ujarnya.

Menurut Asli, pembangunan sekolah terpadu dinilai lebih efektif ketimbang melakukan relokasi sekolah ke lokasi baru yang jauh dari permukiman warga. Selain sulit mencari lahan pengganti, pemindahan sekolah juga berpotensi menimbulkan penolakan dari masyarakat karena jarak tempuh siswa menjadi terlalu jauh.

“Kalau SMPN 24 dipindah, pertanyaannya ke mana? Muridnya sekitar 500 orang, jangan sampai nanti mereka harus menempuh jarak jauh dan orang tua keberatan. Karena itu, kita pikirkan solusi terpadu agar sekolah tetap di lokasi tapi bebas banjir,” jelasnya.

Asli menyebut, konsep sekolah terpadu ini memungkinkan pembangunan ulang dengan desain yang lebih modern dan efisien. Sekolah akan dibangun di atas tiang dengan sistem drainase baru agar mampu menahan genangan air saat hujan deras. 

“Kalau dibangunkan baru, layout-nya bisa lebih bagus dan penataan bangunannya lebih tertata. SDN 013 juga bisa ikut teratasi persoalan banjirnya karena digabung dalam satu kawasan,” bebernya.

Konsep bangunan bertiang ini bukan hal baru di Samarinda. Disdikbud pernah menerapkannya di SMPN 50, namun kali ini desainnya akan disempurnakan agar menjadi model sekolah tahan banjir di kawasan pendidikan. 

“Di SMPN 24 nanti harus dibuat sedemikian rupa supaya bisa jadi contoh. Selain ada tiang, drainasenya akan ditata ulang dan akan dibuat semacam akses seperti flyover ke jalan agar aktivitas warga tidak terganggu,” terang Asli.

Selain di SMPN 24 dan SDN 013, Disdikbud juga tengah mengkaji kondisi dua sekolah lain yang menghadapi masalah serupa, yakni SMPN 27 di Batu Cermin dan SMPN 48 yang berdiri di atas lahan perumahan. 

Di SMPN 27, sebagian bangunan sudah tidak bisa digunakan karena rawan longsor. Nantinya, area terdampak akan diturap dan diubah menjadi halaman sekolah, sementara bangunan baru akan dibangun di sisi lain dengan model dua hingga tiga lantai.

“Untuk SMPN 27, nanti dibuat turap-turap dan ruangannya diganti bangunan baru dua sampai tiga lantai. Siswa di sana juga sekitar 500 orang, jadi tetap kita akomodasi dengan layak,” katanya.

Sedangkan untuk SMPN 48, rencana pembangunan akan dilakukan di atas lahan seluas setengah hektare di kawasan perumahan. “Luasnya cukup untuk membangun SMP baru, sementara SD-nya tetap di lokasi lama,” tambahnya.

Asli memperkirakan, pembangunan sekolah terpadu SMPN 24 dan SDN 013 membutuhkan anggaran di atas Rp20 miliar, sedangkan untuk SMPN 48 sekitar Rp10-15 miliar. Sementara SMPN 27 akan menelan biaya lebih kecil karena hanya sebagian bangunan yang diperbaiki.

“DED-nya sedang kami siapkan di perubahan anggaran ini. Nilainya pasti besar karena dua sekolah dibangun terpadu,” jelasnya.

Asli menegaskan, seluruh rencana ini akan dikaji bersama lintas OPD seperti BPBD, Dinas SDA, dan Dinas PUPR untuk memastikan aspek keselamatan dan tata ruang terpenuhi. 

“Arahan Pak Wali juga jelas, penataan harus menyeluruh, bukan sekadar perbaikan sebagian. Jadi nanti kawasan ini bisa benar-benar bebas banjir,” singkatnya.

[NKH]



Berita Lainnya