Kukar

Disdikbud Kukar Persiapkan PTM Terbatas di Wilayah Hulu

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Slamet Hadiraharjo mengungkapkan, pihaknya telah melakukan persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Sudah ada rapat terbatas bersama Bupati Kukar, Satgas Covid-19 Kukar dan Bontang serta Dinas Kesehatan. Terkait rencana PTM khususnya di wilayah hulu yang blank spot atau tidak ada jaringan komunikasi.

Baca juga:  3 Personil Satpol PP Kukar Raih Medali PON Papua, Ima Safitri Peroleh Emas dan Perak

“Memang sudah direncanakan, Pak Bupati ingin mencoba di wilayah hulu. Rencana pak bupati akan mengevaluasi daerah yang blank spot dan wilayah yang terisolir,” kata Slamet kepada Kaltimtoday.co saat ditemui di ruang kerjanya.

Sejauh ini, ada beberapa pihak sekolah dan UPTD baik secara lisan dan tertulis menyampaikan ingin melaksanakan PTM terbatas. Namun belum di izinkan dengan Satgas Covid-19 karena waktu itu, kasus sedang tinggi-tingginya namun sekarang mulai melandai.

Baca juga:  Banyak Masyarakat Enggan Laporkan Kematian, Disdukcapil Kukar: Akan Libatkan Pengurus RT

Tapi, pemerintah pusat masih menetapkan PPKM di Kukar berstatus level IV, kendati Bupati rencana menyampaikan akan mengevaluasi minggu depan. Dirinya juga sudah di panggil oleh Sekretaris Daerah (Sekda) untuk menjelaskan mekanisme PTM terbatas yang nanti diformulasikan di sekolah.

“Harapan nanti PTM terbatas akan dilakukan untuk SMP dulu tapi tidak menutup kemungkinan SD juga,” jelasnya.

Dalam waktu dekat ucap Slamet, pihaknya akan turun kelapangan untuk mengevaluasi sekolah-sekolah yang akan dicoba melaksanakan PTM terbatas. Disamping itu, hanya beberapa sekolah di hulu yang melaksanakan PTM sebagai sampel pertama.

Baca juga:  Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid: Makna Kemerdekaan Tak Sebatas Terlepas dari Penjajahan

“Insyaallah semua sekolah sudah siap, makanya sekolah yang diusulkan akan kami lihat dulu apakah sudah memenuhi kriteria bisa mengelar PTM atau tidak. Jadi tidak serta merta bisa mengelarnya,” imbuhnya.

Salah satunya syaratnya, yakni guru dan siswa harus divaksin, kalau untuk siswa persentasenya masih kecil tapi kalau guru sudah mencapai sekitar 86 sampai 90 persen.

[SUP| NON | ADV DISKOMINFO KUKAR]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close