Daerah
Disdikbud Samarinda Larang Sekolah Memaksa Pembelian Buku Wajib untuk Para Murid
Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda memberlakukan larangan kepada semua sekolah tingkat SD-SMP untuk tidak memaksa orangtua atau siswa-siswi untuk mewajibkan pembelian buku pelajaran.
Sebelumnya, isu tentang mahalnya buku pelajaran yang menjadi keluhan orang tua siswa di Samarinda viral di media sosial beberapa waktu lalu. Menyikapi hal ini, Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, secara tegas memberikan arahan kepada seluruh sekolah di Samarinda.
"Kami sudah mengeluarkan edaran dan menyosialisasikan kepada sekolah-sekolah bahwa buku tidak wajib dibeli oleh orangtua siswa," tegas Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, melalui sambungan telepon.
Lebih lanjut, Asli mengatakan bahwa buku wajib yang ada di sekolah, telah diakomodir oleh pemerintah melalui dana BOSNAS (Bantuan Operasional Sekolah Nasional). Sehingga, sekolah tidak boleh mewajibkan untuk pembelian buku pelajaran kepada para murid.
Namun, Asli juga menyadari bahwa beberapa orangtua menginginkan buku penunjang atau tambahan untuk anak-anak mereka.
"Jika orang tua ingin membeli buku tambahan, itu hak mereka. Tidak ada paksaan dari pihak sekolah," ujarnya.
Selain itu, ia menyatakan jika setiap keluarga memiliki strata ekonomi yang berbeda-beda. Ada beberapa orang yang mampu membeli buku untuk anaknya, ada juga yang tidak. Ia menekankan, pembelian buku pelajaran tidak boleh ada paksaan.
Asli juga mengimbau agar orang tua yang merasa dipaksa membeli buku di sekolah untuk melaporkannya.
"Jika ada yang merasa dipaksa, hubungi saya melalui WhatsApp. Kami akan memanggil dan mengklarifikasi masalah tersebut. Tidak boleh ada paksaan seperti itu," tutupnya.
[RWT]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Kegiatan Pemerintah Berkurang, Kontribusi Perhotelan Samarinda Ikut Tertekan
- Taksi Berargo Bakal Hadir, DPRD Samarinda Minta Pengusaha Lokal Tak Tersisih
- From France to Albania, social unrest is setting Europe's streets ablaze
- Samri Dorong Penyederhanaan Izin Reklame di Samarinda untuk Cegah Kebocoran PAD
- DPRD Dorong Pemkot Cari Solusi Syarat Pemekaran Samarinda Utara









