Internasional

Donald Trump Tolak Pemangkasan Anggaran dan Pembubaran Kepolisian AS

Kaltim Today
09 Juni 2020 11:13
Donald Trump Tolak Pemangkasan Anggaran dan Pembubaran Kepolisian AS
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan tentang aksi unjuk rasa yang sedang berlangsung di Gedung Putih di Washington, AS, 1 Juni 2020. (Foto: Reuters)

Kaltimtoday.co - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan tidak akan ada pemangkasan anggaran maupun pembubaran departemen kepolisian usai kematian seorang pria kulit hitam, George Floyd, akibat kekerasan polisi dan dugaan rasialisme di Minneapolis, Minnesota, pada 25 Mei lalu.

Dilansir dari CNN, Selasa (9/6/2020), penegasan itu disampaikan Trump dalam pertemuan meja bundar dengan anggota otoritas penegak hukum di Gedung Putih pada Senin (8/6/2020) waktu setempat. Dalam pertemuan itu, Trump memuji para pemimpin penegak hukum yang hadir.

"Tidak akan ada pencabutan anggaran, tidak akan ada perombakan kepolisian. Dan juga tidak akan ada pembubaran kepolisian, karena polisi membuat kehidupan kita lebih damai," kata Trump, seperti dilansir CNN, Selasa (9/6/2020).

Lebih lanjut ditegaskan Trump bahwa, dirinya ingin memastikan tidak ada aktor buruk, tapi dia merasa 99 persen polisi merupakan orang-orang hebat. Menurut Trump, tidak semua polisi berperilaku menyimpang atau mempunyai niat jahat.

Selain itu, Trump menolak untuk menjawab pertanyaan dari wartawan soal respons pemerintahannya terhadap aksi protes yang berlanjut pada Senin (8/6/2020) waktu setempat. Aksi memprotes rasialisme dan kebrutalan polisi usai kematian pria kulit hitam bernama George Floyd, masih berlanjut. Dalam aksi terbaru, para demonstran menyerukan defunding atau pemangkasan dana untuk kepolisian dan pembubaran departemen kepolisian.

Dalam aksi protes pada Minggu (7/6/2020), Presiden Dewan Kota Minneapolis, Lisa Bender, bersama delapan anggota lainnya ikut bergabung. Dalam unjuk rasa yang digelar di taman setempat itu, Bender dan 8 anggotanya berkomitmen untuk membubarkan Kepolisian Minneapolis. Dia bahkan menyebut bahwa 9 dari 13 anggota Dewan Kota Minneapolis memiliki hak veto mayoritas atas upaya tersebut.

"Kami berkomitmen untuk membubarkan kepolisian yang kita kenal di kota Minneapolis dan untuk membangunnya kembali dengan masyarakat kita, sebuah model baru untuk keselamatan publik yang benar-benar menjaga masyarakat tetap aman," tegas Bender.

[RWT]



Berita Lainnya