Kukar

Galakkan Sejumlah Program, DKP Kukar Akan Berikan Fasilitas 25.000 Nelayan dan Pembudidaya Produktif

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Program prioritas  pada misi ke-3 Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, yakni penguatan pembangunan ekonomi berbasis pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan program dedikasi pengembangan pertanian berbasis kawasan, didalamnya ada upaya DKP untuk memberikan fasilitas 25 ribu nelayan dan pembudidayaan perikananan. Fasilitas yang diberikan berupa sarana prasarana (Sapras) dalam rangka meningkatkan produksi dan pemasaran hasil ikan.

Baca juga:  Bantu Penanganan Covid-19, PT Maju Kalimantan Hadapan Sumbang 50 Paket Regulator Oksigen ke Pemkab Kukar

Sekretaris DKP Kukar, Muslik mengatakan, program prioritas yang dilakukan yakni Nelayanku Hebat, salah satunya perikanan tangkap. Kemudian, program Ikanku Lestari yaitu bagaimana nelayan dapat mandiri pakan dan benih serta kawasan bersinar.

Dari situ diterjemahkan menjadi sejumlah kegiatan seperti pengawasan sumber daya kelautan, pengembangan budidaya perikanan, pengelolaan dan pemasaran hasil perikanan.

“Program Nelayanku Hebat khususnya di daerah perairan laut lebih kepada meningkatkan armada tangkap,” kata Muslik.

Baca juga:  Perayaan Paskah, 19 Gereja di Tenggarong Dijaga Aparat Gabungan

Dia menambahkan, wilayah hulu terdapat perairan daratan dan sangat potensial, sebab banyak berbagai jenis ikan. Oleh sebab itu, nelayan didorong utuk menjaga kelestarian terutama mengendalikan ilegal fishing.

“Bantuan Sapras untuk memfasilitasi nelayan yang menggunakan alat tangkap berbahaya, kami alihkan pakai alat tangkap ramah lingkungan,” ujarnya.

Disamping itu ucap Muslik, pengembangan budidaya ikan pun dilakukan untuk mengurangi ketergantungan benih dari luar Kukar. Pihaknya berupaya bagaimana kedepan kebutuhan benih bisa terpenuhi, dengan memaksimalkan fungsi Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang ada di Tenggarong Seberang dan Sangasanga.

Baca juga:  Kasus Covid-19 Melandai, Bupati Kukar: Peran Masyarakat Sangat Menentukan

Dari itu semua, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada pelaku budidaya perikanan dalam bentuk pelatihan. Hal ini bertujuan agar meningkatkan keterampilan dalam mengelola ikan sehingga hasil yang didapatkan pun bagus. Tak luput, pengembangan manajemen pengelolaan melalui kapasitas kelembagaan atau Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) tetap digalakkan.

“Basis pembinaan kami dari Pokdakan sebab bantuan Sapras harus ada kelompok, rata-rata di Kukar sudah memiliki kelompok,” pungkasnya.

[SUP | NON | ADV DISKOMINFO KUKAR]

 

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close