Nasional

Hanya 4% Pekerja Cuti Lebaran, Sisanya Pilih Jam Kerja Fleksibel

Suara Network — Kaltim Today 05 April 2024 14:33
Hanya 4% Pekerja Cuti Lebaran, Sisanya Pilih Jam Kerja Fleksibel
Ilustrasi. (Pexels)

Kaltimtoday.co, Jakarta - Libur panjang Lebaran 2024 dimanfaatkan oleh banyak pekerja untuk mudik dan berlebaran di kampung halaman.

Namun, menariknya, hanya 4% pekerja yang menggunakan cuti pribadi untuk Lebaran. Mayoritas pekerja memilih untuk menyesuaikan jam kerja daripada mengambil cuti.

Head of Business Mekari Talenta, Stevens Jethefer, mengatakan bahwa kebijakan cuti bersama Lebaran yang ditetapkan pemerintah dan kebijakan cuti di masing-masing perusahaan menjadi faktor utama rendahnya angka cuti.

"Perusahaan menyeimbangkan antara menjaga produktivitas bisnis dengan memberi kesempatan bagi karyawan untuk menjalankan Ramadan," kata Stevens.

Pekerja di sektor real estate, layanan konsumen, serta informasi dan teknologi memiliki persentase cuti Lebaran tertinggi, yaitu 5%.

"Pengoperasian perusahaan atau siklus bisnis yang melambat saat Lebaran memberi kesempatan bagi karyawan untuk mengambil cuti," jelas Stevens.

Sebagai alternatif cuti, banyak perusahaan dan karyawan yang memilih untuk menyesuaikan jam kerja selama Ramadan.

Data menunjukkan bahwa waktu masuk kantor di institusi pemerintah mundur 20 menit dan waktu pulang kantor maju 1 jam.

Sementara di perusahaan non-pemerintah, karyawan tetap clock-in di jam yang sama, namun cenderung clock-out lebih awal untuk berbuka puasa di rumah.

Peningkatan tren pengunduran diri (resign) biasanya terjadi setelah karyawan menerima THR Lebaran.

Namun, tren ini sudah terlihat sejak awal Ramadan, dengan peningkatan 220% dibandingkan periode sebelum Ramadan.

"Bursa kerja menjadi lebih cair saat Ramadan karena ada perputaran talenta di dalam dan di antara perusahaan," jelas Stevens.

Teknologi, seperti solusi human resource berbasis awan, dapat membantu perusahaan mengatur pekerjaan dan ketersediaan SDM selama Ramadan dan Lebaran.

"Teknologi ini membantu HR melakukan berbagai pengaturan ulang, mulai dari mengubah clock in-clock out time hingga memperkirakan kebutuhan tenaga kerja yang harus piket selama Lebaran," pungkas Stevens.

[RWT]

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp



Berita Lainnya