Pendidikan

Jadi Doktor ke-12 UINSI Samarinda, Ridho Muttaqin Tawarkan Solusi Pembelajaran Agama di SMA

Kaltim Today
04 Januari 2026 16:19
Jadi Doktor ke-12 UINSI Samarinda, Ridho Muttaqin Tawarkan Solusi Pembelajaran Agama di SMA
Pimpinan sidang menyerahkan dokumen kelulusan kepada Muhammad Ridho Muttaqin usai dinyatakan lulus ujian promosi doktor Program Pascasarjana UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Kamis (2/1/2026).

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Sebuah kalimat pendek namun bermakna mendalam dari pimpinan Pascasarjana UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda mengiringi momen bersejarah bagi Muhammad Ridho Muttaqin. Ridho resmi dinyatakan lulus dan menyandang gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam ujian promosi terbuka yang digelar pada Kamis (2/1/2026).

"Semua ini tak akan terjadi kalau tidak berani memulai. Jangan takut salah, karena untuk memulai pun perlu keberanian," ucap pimpinan sidang di Auditorium Kampus 1 UIN Samarinda.

Ridho resmi tercatat sebagai doktor ke-12 yang dihasilkan oleh Program Pascasarjana UIN Samarinda. Sidang ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd., dengan penguji utama Prof. Dr. H. Babun Suharto, MM., dan Prof. Dr. Mukhibat, M.Ag.

Gelar akademik ini diraih Ridho lewat riset mendalam mengenai Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kalimantan Timur. Dalam disertasinya yang berjudul Pengembangan Modul Pembelajaran Agama Islam dalam Meningkatkan Pemahaman Kontekstual Siswa SMA Negeri di Kalimantan Timur, Ridho membedah persoalan mendasar di sekolah menengah.

Ia menemukan adanya kesenjangan besar di mana pembelajaran PAI selama ini masih didominasi pendekatan tekstual dan hafalan. Akibatnya, pemahaman siswa hanya menyentuh aspek kognitif dasar, sementara nilai-nilai agama dalam kehidupan nyata (aspek afektif dan psikomotorik) belum berkembang optimal.

Sebagai solusi, Ridho mengembangkan Learning Life Module. Modul ini dirancang agar siswa bisa belajar melalui konteks kehidupan nyata, mulai dari pengenalan masalah hingga tahap refleksi.

Berdasarkan pengujian empiris dan analisis statistik (SEM/CFA), modul ini terbukti efektif. Hasil pre-test dan post-testmenunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan siswa dalam mengaitkan konsep agama dengan persoalan sosial dan etika sehari-hari.

Capaian ini memiliki makna personal yang sangat dalam bagi Ridho. Ia merupakan lulusan "murni" institusi ini sejak strata pertama hingga doktor.

"Dari S1 sampai S3, saya di sini," tuturnya.

Keluarga Ridho memiliki keterikatan kuat dengan kampus ini, mulai dari fase STAIN, IAIN, hingga kini menjadi UIN Samarinda. Gelar doktor ini juga merupakan perwujudan mimpi sang ayah yang merupakan seorang pendidik.

"Ayah saya selalu bilang, kalau kuliah di kampus agama, kamu tidak akan kelaparan. Dan hidupmu akan terus menjadi berkah," kenang Ridho.

[TOS]



Berita Lainnya