Daerah

Dinkes Kaltim Pastikan Belum Ada Kasus Superflu, Warga Diimbau Tetap Waspada

Network — Kaltim Today 05 Januari 2026 10:52
Dinkes Kaltim Pastikan Belum Ada Kasus Superflu, Warga Diimbau Tetap Waspada
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (Dok. Pemprov Kaltim)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinkes Kaltim memastikan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus superflu di wilayah Kaltim. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada, terutama bagi warga yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri. 

Kewaspadaan ini menyusul informasi dari Kementerian Kesehatan RI terkait masuknya varian baru virus influenza ke Indonesia sejak akhir Desember 2025. Varian tersebut dilaporkan telah terdeteksi di sejumlah daerah dan dikenal dengan sebutan superflu. 

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan pemantauan terus dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran di daerah. Menurutnya, pelaku perjalanan internasional menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang baru kembali dari luar negeri, agar lebih waspada. Jika muncul gejala flu seperti demam, batuk, atau pilek, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Jaya Mualimin di Samarinda, Senin (5/1/2026).

Ia menambahkan, beberapa negara seperti Amerika Serikat saat ini masih mencatat angka kasus influenza yang cukup tinggi, sehingga risiko penularan dari luar tetap perlu diantisipasi.

Jaya menjelaskan bahwa gejala superflu pada dasarnya mirip dengan influenza biasa, seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Namun, durasi pemulihan dapat lebih lama dibanding flu pada umumnya.

“Kalau flu biasa biasanya sembuh sekitar 7 sampai 10 hari, sementara superflu bisa bertahan hingga dua minggu atau lebih,” jelasnya.

Meski demikian, Dinkes Kaltim menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Upaya pencegahan tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan.

Masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari infeksi virus. Dengan langkah tersebut, risiko tertular penyakit pernapasan, termasuk superflu, dapat ditekan. 

[RWT] 



Berita Lainnya