Daerah
Kaltim Jadi Daerah Percontohan Program Sejuta Vaksin HPV untuk ASN
Kaltimtoday.co - Provinsi Kalimantan Timur mencatat langkah penting dalam peningkatan layanan kesehatan aparatur negara. Pada peringatan HUT ke-54 Korpri, Kalimantan Timur ditetapkan sebagai salah satu pilot project nasional Program Sejuta Vaksin HPV bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Program ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Korpri yang tahun ini menekankan peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan ASN melalui upaya pencegahan penyakit. Penetapan Kaltim sebagai daerah percontohan dilakukan bersama empat provinsi lainnya dan diluncurkan secara serentak pada Jumat 28 November 2025 di Aula BKD Provinsi Kaltim.
Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperluas cakupan perlindungan terhadap Human Papillomavirus atau HPV, virus penyebab utama kanker serviks. Pemerintah berharap inisiatif ini dapat memperkuat pencegahan melalui pemerataan vaksinasi yang lebih terarah bagi para ASN.
Plt Kepala BKD Kaltim, Yuli Fitriyanti, menyampaikan bahwa program vaksin HPV merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan layanan kesehatan ASN. Selain pencegahan, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker serviks.
Program Sejuta Vaksin HPV adalah langkah strategis untuk memberikan perlindungan kesehatan yang lebih menyeluruh bagi ASN Kaltim. Pencegahan melalui vaksinasi terbukti efektif dalam menurunkan risiko penyakit jangka panjang. Ini adalah bentuk perhatian kami terhadap kualitas hidup ASN, ujar Yuli.
Kepala Bidang Pembinaan BKD Kaltim, Adisurya Agus, menambahkan bahwa edukasi menjadi bagian penting dalam implementasi program. Menurutnya, pemahaman yang baik akan mendorong ASN untuk lebih proaktif menjaga kesehatan.
Kami mengajak seluruh ASN untuk berpartisipasi. Satu langkah sederhana seperti vaksinasi dapat memberikan perlindungan besar bagi kesehatan diri dan keluarga, kata Adisurya.
Pada pelaksanaan perdana program ini, sebanyak 250 ASN Kaltim telah menerima vaksin HPV. Pemerintah berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran kesehatan preventif sekaligus mendukung target nasional percepatan eliminasi kanker serviks di Indonesia.
[RWT]
Related Posts
- Komisi III DPR: Pendemo Hanya Bisa Dipidana Jika Picu Keonaran dalam KUHP Baru
- Cegah Praktik Keuangan Ilegal, KUHP Baru Ancam Rentenir dan Pinjol Ilegal dengan Pidana Penjara
- Kuba Rilis Identitas 32 Perwira yang Tewas dalam Serangan AS di Venezuela, AS Bela Tindakannya
- Chelsea Berikan Kontrak Enam Tahun ke Manajer Baru Liam Rosenior
- Banjir Bandang di Sulawesi Utara Tewaskan Sedikitnya 16 Orang dan Hanyutkan Rumah Warga









