Daerah
Kapal Tongkang Batu Bara Tabrak Keramba dan Rumah Warga di Loa Kulu Kota, Pendataan Kerugian Masih Berjalan
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Insiden tabrakan kapal tongkang pengangkut batu bara kembali terjadi di wilayah pemukiman warga. Kali ini, peristiwa tersebut berdampak pada kerusakan rumah dan ratusan petak keramba milik warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Minggu (4/1/2026).
Sehari setelah kejadian, warga terdampak dipertemukan dengan pihak perusahaan dalam agenda mediasi yang dikawal Pemerintah Desa Loa Kulu Kota bersama Polsek Loa Kulu. Pertemuan tersebut difokuskan pada pendataan awal kerugian material yang dialami warga, Senin (5/1/2026).
Sekretaris Desa Loa Kulu Kota, Rian, mengatakan pendataan dilakukan langsung oleh pihak perusahaan dengan mendatangi korban satu per satu. Total terdapat sekitar 10 warga yang terdampak dalam insiden tersebut.
“Masing-masing didatangi satu per satu untuk dicek apa saja yang mengalami kerusakan,” ujarnya.
Rian menegaskan, hingga saat ini belum ada nilai pasti terkait besaran kerugian karena masih dalam tahap investigasi kepolisian dan pendataan lanjutan oleh perusahaan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Loa Kulu Kota, Rizali, menyebutkan kerusakan yang dialami warga cukup signifikan, khususnya pada sektor keramba ikan. Berdasarkan laporan sementara, ratusan petak keramba dengan isi sekitar 1.000 hingga 2.000 ekor ikan per petak terdampak akibat tabrakan kapal tongkang.
Meski angka kerugian belum ditetapkan secara resmi, Rizali memastikan pihak perusahaan menunjukkan itikad baik dan menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.
“Iya, mereka mau bertanggung jawab dan siap ganti rugi,” kata Rizali.
Terkait kronologi kejadian, Rizali menyampaikan informasi awal bahwa kapal tongkang tersebut diduga menghindari kapal lain dari arah Samarinda hingga akhirnya kehilangan kendali dan menabrak rumah serta keramba warga. Namun, kronologi lengkap masih dalam penanganan aparat berwenang.
Pantauan Kaltimtoday.co di lokasi menunjukkan salah satu rumah warga mengalami kerusakan cukup parah, dengan bagian belakang bangunan terlihat menurun ke arah sungai. Beberapa keramba di sekitar lokasi juga tampak rusak akibat benturan kapal.
“Benar, ada rumah rusak. Isinya motor, tapi rumah dalam kondisi kosong,” ungkap Rizali.
Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan maupun warga terdampak memilih tidak memberikan keterangan lebih lanjut. Namun, proses pendataan dan pembahasan ganti rugi masih terus berjalan dengan pendampingan pemerintah desa dan kepolisian.
[RWT]
Related Posts
- Kementerian ESDM Sebut Gejolak Venezuela Tidak Ganggu Pasokan Minyak Indonesia
- UMK Bisa Dapat Sertifikat Halal Gratis 2026, Ini 15 Syarat yang Wajib Dipenuhi
- Inspektorat Luruskan Temuan Perjadin DPRD Samarinda: Hanya Administratif, Tidak Ada Kerugian Negara
- Event Janjikan Nadin Amizah di Berau Diduga Bodong, Kerugian Korban Capai Puluhan Juta Rupiah
- Persoalan Estetika Bangunan, Dinas PUPR Samarinda Akui Belum Pertimbangkan Kemungkinan Tempias Hujan di Pasar Pagi









