PPU

Keceriaan Terlihat Ketika Belajar Tatap Muka Dilaksanakan

Kaltimtoday.co, Penajam – Keceriaan terlihat ketika siswa-siswi menunggu giliran untuk menjalani pemeriksaan di gerbang utama sekolah, sebelum mereka masuk ke dalam kelas masing-masing. Hal ini sejalan dengan telah diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum lama ini.

Betapa tidak, setelah lebih dari setahun lamanya siswa-siswi harus melaksanakan seluruh rangkaian tugas belajar sekolah dari rumah masing-masing secara virtual, atau lebih dikenal dengan sistem daring (dalam jaringan). Saat ini, mereka dapat berjumpa kembali bersama guru maupun rekan-rekan di sekolah masing-masing.

Baca juga:  Reses Masa Sidang III 2021, Anggota DPRD PPU Gelar Sunatan Massal

Walaupun masih terbatas dan dalam pengawasan yang ketat karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, kini momentum kebahagiaan siswa-siswi itu jelas terlihat dari sejumlah sekolah yang telah menjalankan PTM di tanah Benuo Taka.

Salah satu momen keceriaan siswa-siswi dalam penerapan PTM tersebut tampak terlihat di SDN 008, Kecamatan Waru, Kabupaten PPU pada Jumat, (27/8/2021). Puluhan siswa-siswi sekolah ini tampak berbaris dengan tertib menjalani pemeriksaan mulai suhu tubuh, penggunaan masker, pendataan dan sebagainya. Semua ini dilakukan dalam rangka penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga:  Disbudpar PPU Juara 3 Kategori Stand Informasi Publik dalam Explore Borneo Indonesia 2021

Saat ditemui, salah satu siswa SDN 008, Muhammad Affan mengungkapkan, dirinya sangat senang dengan pemberlakuan PTM saat ini. Alasannya, selama ini belajar dari rumah dianggapnya cukup membosankan, salah satunya karena jenuh dan terkadang kurang memahami materi pelajaran yang diberikan melalui ponsel.

“Belajar di rumah Affan susah mengertinya, kalau di sekolah enak. Terus kalau di sekolah juga enak banyak teman dan bisa ketemu ibu guru langsung,” kata Affan yang merupakan siswa kelas dua ini dengan polos.

Dia mengungkapkan, walaupun ke sekolah harus selalu menggunakan masker, baginya tidak menjadi persoalan. Terpenting baginya dirinya bisa belajar langsung dengan ibu guru dan teman-teman lainnya.

Baca juga:  1.100 ASN di Kukar Terima Vaksin Secara Massal

“Pakai masker Affan sudah biasa jadi enak aja, ” ujarnya.

Sementara itu, saat ditemui salah satu wali murid, Dwi Agustina mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dan mendukung terselenggaranya kegiatan PTM di Kabupaten PPU tersebut. Menurutnya, walaupun kebijakan ini masih terbatas, namun baginya PTM di Kabupaten PPU telah memberikan dampak positif dan angin segar bagi siswa-siswi yang ada.

“Kami berharap pandemi Covid-19 ini dapat segera hilang, sehingga semua sekolah-sekolah yang ada di PPU dapat berjalan dengan normal, yang pada akhirnya dapat memberikan pendidikan terbaik kembali untuk anak-anak kami,” harapnya.

Baca juga:  Petani di Waru Ini Hasilkan Panen Berlimpah, Pupuk Organik Jadi Rahasianya

Seperti diketahui, bahwa Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU sejak 16 Agustus lalu telah menggelar PTM di sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMP, dengan mengutamakan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

Dijelaskan Kepala Disdikpora Kabupaten PPU Alimuddin, bahwa payung hukum instansinya berani melakukan pembelajaran tatap muka adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, instruksi Mendagri, dan edaran Bupati PPU.

“Dasar kami ialah protokol kesehatan standar biasa, kemudian SKB empat menteri, Inmendagri 32, dan surat edaran Bupati. Dari atas ke bawah sudah linier peraturannya, tinggal kita melakukan evaluasi internal saja terhadap pelaksanaan di lapangan,” terang Alimuddin.

Baca juga:  AGM Harap PPU Dapat Opini WTP Setiap Tahun

Saat ini pembelajaran yang diterapkan menganut beberapa sistem, di antaranya adalah 50 persen tatap muka dan 50 daring. Ada juga yang bergantian shift pagi dengan shift siang.

“Kalau di SD shift-shiftan, pagi kemudian siangnya ada yang masuk lagi sisanya, tapi ada juga yang berselang hari. Yang SMP mata pelajaran dilakukan dua sesi, ada yang di rumah diberikan pelayanan secara online, yang ke sekolah dengan tatap muka, ada yang bersamaan di sekolah tatap muka, yang di rumah langsung online,” tutupnya.

[ALF | TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close