Kaltim

Kritik Isran Noor, XR Bunga Terung Kaltim: Doyan Dana Karbon, Tapi Hutan Hancur

Kaltim Today
04 Juni 2023 20:06
Kritik Isran Noor, XR Bunga Terung Kaltim: Doyan Dana Karbon, Tapi Hutan Hancur

Kaltimtoday.co, Samarinda - Aktivis Extinction Rebellion (XR) Bunga Terung Kaltim mengkritik Gubernur Isran Noor yang rajin plesiran ke luar negeri untuk mendapat dana iklim lebih banyak. Mereka menilai plesiran Isran Noor itu tak berdampak kepada masyarakat.

Aktivis mendorong agar Isran Noor bertindak lebih tegas, jelas dan terukur dalam mengatasi krisis iklim. Bukan justru tenggelam dalam euforia dana iklim -- uang karbon yang diperoleh dari pendanaan luar negeri.

"Mengandalkan uang atau program bantuan luar negeri untuk memitigasi iklim tidak cukup," kritik XR Bunga Terung dalam rilis resminya.

Mereka menyampaikan, dana iklim mungkin menyejukkan kantong pemerintah, namun tidak bagi masyarakat luas. Sebab, kondisi cuaca yang semakin panas saat ini dan tak kunjung serius diatasi justru membuat masyarakat kegerahan. Panas matahari semakin hari semakin menyengat. Bahkan membuat masyarakat harus mengeluarkan uang ekstra untuk membeli AC atau kipas angin baru supaya tidak kepanasan.

Aktivis XR Bunga Terung Kaltim saat menyampaikan kritik di depan kantor gubernur.

Pemerintah yang rajin melabeli diri dengan sebutan green government, menruut aktivis, politik dan ekonomi hijau dan sebutan-sebutan lain, tambah aktivis, tak cukup tegas dalam menghentikan konversi hutan dan lahan untuk industri ekstraksi.

"Ibarat kata, doyan dana karbon tapi tetap rakus hancurin hutan," tulis aktivis XR Bunga Terung Kaltim.

Tak hanya itu, XR Bunga Terung Kaltim juga menyampaikan, ketegasan pemerintah perlu diuji dengan keberanian menyatakan darurat iklim. Berani memberitahu kebenaran bahwa saat ini sudah mengalami krisis iklim. Krisis yang dampaknya bukan hanya ekologis melainkan juga ekonomi, sosial, kesehatan dan politik.

Jika tidak, maka euforia soal dana iklim dan klaim keberhasilan dalam memitigasi iklim tak lebih dari upaya green cleansing, upaya cuci dosa atas kesalahan kebijakan dalam tata kelola lahan, hutan dan konsumsi energi yang berbasis fosil.

Selain itu, XR Bunga Terung Kaltim juga mendesak pemerintah untuk berhenti menjadi buzzer bagi dirinya sendiri, karena merasa telah melahirkan kebijakan dan program untuk mengantisipasi dan mengadaptasi perubahan iklim.

"Apapun itu, segenap dokumen dan prestasi yang dibangga-banggakan tak lebih hanya merupakan 'aksi tipu-tipu' untuk menutupi ketidaktegasan pemerintah dalam meng - Kipas  berbagai macam perilaku yang menjadi biang perubahan iklim," akhir pernyataan aktivis XR Bunga Terung Kaltim.

[TOS]



Berita Lainnya