Samarinda

Masuk Musim Hujan, Pemkot Samarinda Bersiap Antisipasi Hadapi La Nina, Minta Masyarakat Waspada

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pemkot Samarinda dan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) menggelar rapat persiapan untuk menghadapi La Nina di Samarinda, Kamis (11/10/2021) di Balai Kota.

Diketahui, La Nina merupakan fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau curah hujan jadi lebih tinggi. La Nina jadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan.

Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi menjelaskan bahwa hal ini juga jadi antisipasi terkait perubahan iklim La Nina. Pemkot ingin ada program aksi dalam rangka untuk menanggulangi La Nina. Ada 4 hal yang penting. Pertama, terkait mapping bencana. Banjir dan longsor jadi 2 hal yang patut diwaspadai keterkaitannya dengan La Nina.

Baca juga:  Retak Usai Ditabrak Dua Kapal Tongkang, BPJN Kaltim Minta Lalu Lintas di Jembatan Mahakam Dibatasi

“Jadi pengalaman selama ini yang dipetakan. Kami bersyukur, catatan dari hasil rapat ternyata dari 1998 sampai Oktober 2021, luasan genangan semakin berkurang. Lamanya genangan juga makin berkurang. Itu penting jadi catatan mapping kami,” ungkap Rusmadi kepada awak media.

Kedua, terkait dengan program aksi. Sejumlah pemangku kepentingan terkait turut dipanggil. Yakni membahas apa yang akan dilakukan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk antisipasi terhadap fenomena La Nina.

“Program aksi itu memastikan dinas terkait ini melakukan cek apakah fungsi-fungsi seperti polder, embung, kolam retensi, sampai bendungan itu sudah berfungsi optimal atau belum? Ini perlu dicek fungsinya. Termasuk dengan sistem pompanya,” lanjut Rusmadi.

Baca juga:  Resmi Dibuka, Uniqlo Samarinda Siap Bantu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Intinya, semua yang terkait dengan kemungkinan curah hujan tinggi dan perubahan iklim itu bisa terkendali. Sehingga jangan sampai apa yang sudah dibangun dan sistem drainase yang telah direncanakan jadi tak berfungsi secara optimal.

“Ada beberapa proyek yang sedang dilakukan saat ini kan seperti di simpang 4 Sempaja, Lembuswana, Pasundan, dan di Taman Samarendah. Belum lagi yang dilakukan oleh pemprov,” tambahnya.

Ketiga, terkait dengan organisasi. Untuk penanganan bencana ada di pemkot. Pelaksananya oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB). Pihaknya ingin, organisasi itu bisa bekerja dengan baik dan menjalin koordinasi. Misalnya dalam situasi siaga 1, maka dinas dan instansi terkait harus tahu akan melakukan apa.

Baca juga:  Jaga Hutan Kota untuk Jaga Lingkungan Ruang Hidup

Terakhir, terkait dengan sistem informasi. Nantinya akan disediakan melalui suatu aplikasi yang terintegrasi. Misalnya, jika terjadi curah hujan tinggi akan diinformasikan apakah ada potensi banjir atau tidak. Sehingga masyarakat bisa bersiap-siap. Kemudian sistem operasi jika terjadi bencana juga bisa diketahui.

“SKPD menindaklanjuti. Mudah-mudahan, Sabtu dan Minggu nanti sudah siap. Termasuk ada rencana kami untuk gelar operasi. Itu jadi kekuatan dinas dan instansi baik secara vertikal, pemkot, dan relawan. Di situ juga memastikan sarana dan prasarana,” tandas Rusmadi.

[YMD | TOS]

Facebook Comments

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker