Daerah

Mendengar Keluhan Sejumlah Kampung, Layanan IGD Puskesmas Gunung Tabur akan Dibuka 24 Jam

Kaltim Today
26 Februari 2025 17:11
Mendengar Keluhan Sejumlah Kampung, Layanan IGD Puskesmas Gunung Tabur akan Dibuka 24 Jam
Nakes Puskesmas Gunta saat melakukan praktik. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Berau - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau berencana mengaktifkan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gunung Tabur dalam waktu dekat. 

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, menjelaskan, bahwa rencana ini merupakan tindak lanjut dari permintaan pihak Kecamatan Gunung Tabur yang diajukan tahun lalu.

“Memang kesannya lambat, tapi itu karena kami harus mempersiapkan regulasi dan sarana prasarana terlebih dahulu,” ujar, Rabu (26/2/2025).

Ia menegaskan bahwa, proses persiapan kini hampir selesai, dan dalam beberapa minggu ke depan Puskesmas sudah dapat melayani IGD 24 jam.

“Insyaallah beberapa minggu ini akan clear dan segera dieksekusi. Puskesmas Gunung Tabur akan memiliki layanan IGD 24 jam,” tambahnya.

Menurut Lamlay, Puskesmas induk tersebut tidak memiliki layanan IGD 24 jam, menjadi salah satu penyebab sulitnya proses rujukan pasien dari puskesmas pembantu (Pustu) di kampung-kampung sekitar. Oleh karena itu, beberapa kampung mengajukan usulan pengadaan ambulans untuk memperlancar proses rujukan.

“Dinkes hanya bisa membantu pengadaan ambulans rujukan yang digunakan di Puskesmas induk. Sementara untuk Pustu, pengadaan ambulans tidak bisa dilakukan oleh kami,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lamlay menyampaikan bahwa kebutuhan ambulans di tingkat kampung bisa diakomodasi melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) atau Dana Desa (DD).

Pun bantuan pihak ketiga juga bisa menjadi alternatif pendanaan. Apalagi ambulans kampung memiliki fungsi yang lebih beragam, seperti membawa jenazah dan keperluan operasional lainnya.

Dengan pengaktifan layanan IGD 24 jam tersebut diharapkan pelayanan kesehatan di Kecamatan Gunung Tabur dapat meningkat dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Kepala Kampung Samburakat, Abdul Rasyid, mengatakan bahwa kampungnya sangat membutuhkan ambulans untuk memudahkan proses rujukan ke Puskesmas induk atau RSUD Berau. Apalagi Puskesmas Gunung Tabur belum 24 jam, sehingga mau tidak mau rujukan harus ke RSUD ketika Puskesmas sudah tutup.

“Kami cukup kesulitan membawa pasien yang membutuhkan rujukan karena tidak ada ambulans di kampung kami,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Kampung Merancang Ilir, Zulfikar. Ia mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya kerap menghadapi kendala dalam membawa jenazah karena harus meminjam ambulans dari kampung sebelah.

“Kami berharap kebutuhan ambulans ini segera dipenuhi agar masyarakat dapat terbantu dalam hal transportasi darurat maupun keperluan lainnya,” harapnya.

[MGN | RWT]

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp 



Berita Lainnya